Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

Kesaksian “Rekonsiliasi dengan Istri”

kesaksianpsk22

Shalom Bro-Bro PSKWD Angkatan-22
Mau sedikit berbagi kesaksian setelah mengikuti acara retret PSKWD tanggal 11-12 Februari kemarin..

Sebenarnya saya sudah berulang kali diajak oleh om saya untuk ikut acara retret PSKWD, pertama kali seingat saya sekitar tahun 2014. Namun pada saat itu saya masih berkeras hati dan akhirnya memutuskan untuk tidak berangkat ke acara tersebut.
Continue reading

Advertisements

14 February 2017 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Kesaksian peserta Retret Pria Sejati Katolik 20-21 Feb 2016

https://i0.wp.com/integrativelawinstitute.org/wp-content/uploads/2014/06/man-angry-at-woman-in-suit.jpgSaya sudah diajak untuk mengikuti retret ini sejak 5 tahun lalu. Tapi karena namanya Retret Pria “Sejati”, saya pikir saya jauh dari kata “sejati” itu, sehingga tidak cocok dengan saya. Di rumah, saya seorang diktator, istri harus nurut dengan saya.

Mendengar sesi-sesi yang dibawakan oleh para pembicara, saya tersadar bahwa saya ternyata sombong. Saya mau mengubah hidup saya. Kemarin saya sudah bilang pada istri saya, “Saya mau mulai lagi hidup baru bersama kamu.” Semoga Tuhan memampukan saya dalam menjalani niat saya ini.

(disharingkan di hari kedua retret)

22 February 2016 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Masalah masih sama, tapi cara menjalaninya berbeda

Saya seorang yang suka dunia marketing dan suka memotivasi orang. Saya sering memotivasi orang-orang “Kalau saya bisa, kamu juga bisa”. Hal tersebut saya tuntut juga kepada istri saya. Belakangan baru saya mengerti bahwa istri lebih ingin didengarkan daripada dicereweti yang bagi dia merupakan sebuah tuntutan.

Satu setengah tahun pertama pernikahan kami, saya tidak mau punya anak dulu. Karena dalam keluarga kami yang ada adalah cekcok melulu. Ada yang bilang bahwa kelahiran anak jangan ditunda karena bisa-bisa nantinya malah tidak bisa punya anak.
Continue reading

22 February 2016 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

DOSA-DOSA LAMA SAYA TUHAN INGATKAN

https://i0.wp.com/thyblackman.com/wp-content/uploads/2014/10/Sin-2014.jpgBeberapa bulan terakhir saya sering mengikuti Persekutuan Doa Pria Sejati Katolik setiap hari rabu. Pada saat itu saya belum mengikuti Retret-nya.

Di hari pertama mengikuti PD, saya diminta maju ke depan untuk perkenalan. Waktu itu saya dengan sombongnya katakan bahwa saya tidak punya masalah, hidup saya bahagia, hidup saya baik-baik saja.
Ternyata saya salah. Setiap saya mengikuti PD, dari firman dan kesaksian teman-teman, saya selalu menemukan kekurangan diri saya. Sehingga ketika ditawari mengikuti retret, saya sangat penasaran untuk mengikutinya.

Saya mengikuti retret 19-20 Sep 2015 di Sentul (Angkatan 19). Di dalam retret, di setiap sesi, dosa saya terasa dikorek-korek. Di setiap sesi saya menemukan ‘wah itu dosa gue juga’.

Hingga di acara altar call, ketika saya menutup mata, tahu-tahu air mata saya keluar. Padahal saya sedang tidak memikirkan apa-apa. Saat itu dosa-dosa saya 5 tahun sebelumnya, Tuhan munculkan.

Tuhan mengingatkan, ketika anak saya berumur 4 tahun, saya pernah menjewer anak saya dan menarik telinganya ke atas sampai dia jinjit. Waktu itu saya bangga karena saya merasa sebagai orang tua yang berkuasa atas anak saya. Saya baru tahu sekarang bahwa itu dosa.

Tuhan juga mengingatkan, pernah saya dan istri saya bertengkar di dalam perjalanan ketika saya mengendarai mobil. Waktu itu istri saya sedang hamil. Karena marahnya saya, saya suruh istri dan anak saya keluar dari mobil di tengah jalan. Saya tidak peduli dan tidak pernah tanya bagaimana mereka pulang. Saya baru tanya setelah retret, ternyata mereka waktu itu pulang jalan kaki. Saya menyesal. Waktu itu saya memperlakukan istri saya yang sedang hamil dengan begitu kejam.

Banyak perubahan yang saya alami setelah mengikuti retret Pria Sejati Katolik:
– Di dalam retret saya baru melakukan pengakuan dosa lagi setelah 20 tahun
– Baru pertama kalinya sekarang saya meminta maaf pada istri dan anak saya
– Sekarang saya sudah bisa pimpin doa di rumah
– Sering saya bersenandung sendiri, ternyata saya bersenandung lagu rohani

(kesaksian ini dikisahkan pada Persekutuan Doa PSK Rabu 23 Sep 2015)

23 September 2015 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Kesaksian dari Retret 13-14 Sept 2014

Kesaksian dari peserta pria:

Mulai dengan Retret ini, banyak telah merubah saya yang dulunya saya meninggalkan keluarga dan mengkhianati kesetiaan istri/pasangan hidup saya dengan perempuan lain berulang kali, sehingga mematikan iman dan kesetiaan istri/pasangan hidup saya. Tuhan hadir dihati saya bersama orang-orang yang dicintaiNya melalui komunitas PSK (Pria Sejati Katolik) dengan saya ikut Retret ini, saya merasakan proses dipulihkan dan dicintai sebagai manusia yang berdosa serta kotor. Dan sampai saat ini saya masih melakukan proses pertobatan dan mohon pengampunan kepada Tuhan supaya apa yang dulu saya lakukan terhadap orang-orang yang saya cintai mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Continue reading

15 November 2014 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Perjuangan untuk lepas dari narkoba

Godaan dunia begitu beragam. Salah satunya adalah narkoba. Seorang alumni retret Pria Sejati Katolik, sebut saja Mr. X, memberikan kesaksiannya tentang pergulatannya dengan narkoba.

Bahkan malam hari sebelum retret dia masih mengkonsumsi narkoba. Puji Tuhan, manusia tidak bisa mengelak dari jamahan Tuhan. Ketergantungannya pada narkoba sudah ditinggalkannya selama 7 bulan terakhir ini sejak setelah mengikuti retret.

Tidak mudah meninggalkan kecanduannya. Biasanya kebutuhan untuk menggunakan narkoba datang di malam hari. Tapi Mr. X mengalahkannya dengan kata-kata iman dan doa supaya tidak sampai memakainya lagi.

Kami di komunitas Pria Sejati Katolik masih tetap mendukung dan mendoakannya agar tetap teguh, tidak kembali ke kehidupan lamanya, dan semakin dekat Tuhan.

Berikut adalah kesaksiannya:
“Saya mantan pengguna narkoba selama 15 tahun. Waktu itu saya diharuskan untuk direhab! Dengan biaya 21 juta dan tinggal di sana 1,5 tahun!
Saya bersyukur saya ikut Retreat Pria Sejati Katolik. Saya boleh dapat kekuatan untuk bisa sembuh. Walau jatuh lagi, tapi saya dikuatkan. Dan saya boleh disembuhkan.
Thank you JESUS! Thank you PSK!”

Sulit menghadapi godaan jika kita menghadapinya sendiri. Tapi bersama Tuhan Yesus junjungan kita, kita akan dimampukan dan memenangkan tubuh, jiwa dan roh kita.

20 March 2013 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Kesaksian para peserta retret Angkatan XIV

Tuhan memproses para pria katolik dengan cara berbeda-beda. Masing-masing dijamah Tuhan pada waktuNya. Retret Pria Sejati Katolik adalah salah satu momen yang Tuhan berikan bagi para priaNya.

Hari Rabu ini adalah pertemuan pertama bagi para peserta Retret Pria Sejati Katolik Angkatan XIV yang baru saja mengikuti retret di hari Sabtu dan Minggu sebelumnya.

Beberapa peserta retret angkatan XIV berkesempatan memberikan kesaksian setelah mengikuti retret.

Pria pertama adalah seorang berumur lanjut yang mengikuti retret ini untuk menguatkan lagi motivasinya sebagai pria sejati Katolik. Sebelumnya beliau sudah pernah mengikuti retret semacam ini di kota lain. Di retret kali ini beliau mendapatkan kekuatan baru, yang di antaranya adalah bahwa kita diperintahkan Tuhan untuk hidup bahagia dan berkarya.

Pria kedua dalam retret ke XIV mendapatkan kekuatan untuk lepas dari ketergantungan pada narkoba. Beliau yakin bahwa salah satu cara untuk lepas dari ketergantungan adalah dengan cara terjun ke pelayanan. Beliau berharap dengan terlibat dalam pelayanan Pria Sejati Katolik, kelemahannya bisa diatasi.

Pria ketiga sedang dalam tahap pemulihan dengan istrinya. Beliau merasakan perubahan setelah mengikuti retret ke XIV. Beliau sekarang tidak mudah lagi tergoda dengan wanita lain. Hal ini sudah dibuktikannya sejak pulang dari retret. Jamahan Tuhan memulihkan cintanya pada istri yang sudah dikaruniakan oleh Tuhan.

Kehidupan belum selesai, masalah masih mungkin menghadang. Bersama Tuhan kita pasti bisa mengatasinya. Tuhan sudah membuka hati dan kesempatan. Pasti Tuhan memberikan kemenangan bagi para priaNya.

3 October 2012 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Hidup jujur setelah retret

Setiap hari Rabu pk 19.30-21.30 diadakan Persekutuan Doa khusus pria katolik di Gereja St. Monika, BSD, Serpong (terbuka juga bagi para pria katolik dari luar paroki). Di dalam persekutuan doa ini para pria, baik yang pernah mengikuti retret maupun yang belum pernah mengikuti retret Pria Sejati Katolik, diberi kesempatan untuk bersharing dan saling menguatkan. Berikut ini adalah kesaksian dari seorang Bapak dalam salah satu persekutuan doa di hari Rabu.

Setelah mengikuti retret Pria Sejati Katolik, Bapak ini merasakan dorongan yang sangat kuat untuk hidup jujur. Selama 20 tahun terakhir, bisnisnya yang berupa bengkel las, menggunakan listrik tanpa membayar iuran. Dulu waktu pemasangan, dibantu oleh orang yang mengerti untuk mengatur supaya listriknya tidak menggunakan meteran. Kalau ada pemeriksaan, Bapak ini cukup membayar sejumlah uang supaya tidak perlu membayar tunggakan yang seharusnya.

Kehidupan rohani Bapak ini cukup baik dan bisa aktif dalam pelayanan. Dipikirnya bahwa hidupnya baik-baik saja.

Sampai pada saat Tuhan menyadarkannya dalam retret Pria Sejati Katolik, bahwa seorang pria sejati, hidupnya harus jujur di hadapan Tuhan. Dengan memberanikan diri Bapak ini mengurus untuk pemasangan meteran listrik. Walaupun dihadapi resiko harus membayar tunggakan yang sangat besar (karena sudah 20 tahun tidak membayar), dia mendatangi kantor PLN. Puji Tuhan, kesediaannya mendaftarkan diri, dihargai sebagai perbuatan jujur oleh petugas, sehingga tidak dikenakan denda sama sekali. Akhirnya proses pemasangan meteran berjalan lancar dengan biaya yang wajar.

Bapak ini sekarang lega bisa meninggalkan ketidakjujurannya dan hidup semakin berkenan di mata Tuhan, semakin menjadi pria yang sejati.

18 May 2012 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Testimoni dari Romo dan seorang peserta Wanita Diberkati

Secara pribadi saya menemukan ada pencerahan iman yang mendalam tentang hidup sebagai pria sejati. Imam haruslah seorang pria sejati.
(Romo Yanus CSSR di Sumba; setelah membantu melayani sakramen rekonsiliasi di Men’s Camp 2012 di Ciawi)

 

Saya telah mengikuti retret di mana-mana, tetap belum bisa mengampuni suami saya. Tapi dengan mengikuti retret Wanita Diberkati¬† ini, saya akhirnya bisa mengampuni suami saya. Saya menyesal kenapa dari dulu nggak ikut retret ini ūüôā
(Seorang peserta Retret Wanita Diberkati yang bertahun-tahun depresi berat dan nyaris bunuh diri setelah tau suaminya berselingkuh)

18 May 2012 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Indahnya Pengampunan

Oleh  Pastor Felix Supranto, SS.CC

 

‚ÄúRomo, sampaikan kesaksian kami kepada banyak makluk insani sehingga mereka merasa diberkati‚ÄĚ.¬† Itulah¬† permintaan dari sepasang suami istri¬† yang mengikuti retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati baru-baru ini. Mereka mengalami kasih Ilahi sehingga ingin berbagi kepada keluarga-keluarga Kristiani.

Pada awalnya mereka tidak ada niat di hati untuk mengikuti retret ini. Mereka hanya ingin memuaskan hati temannya yang mengajaknya mengikuti retret ini agar rumah tangganya dipulihkan kembali. Sang istri mau menjalani retret ini karena istri dipisahkan dengan suami. Dengan cara ini, ia bisa ngrasani (ngomongi) suami dengan sepuas hati. Sang suami pun mengikuti retret ini sekedar membuntuti istri dengan topeng suci. Akan tetapi, kuasa Allah tidak bisa dibatasi.  Kuasa Allah bekerja dalam segala situasi.

Kesucian pernikahan mereka telah dinodai dengan perselingkuhan suami. Perselingkuhan sang suami dengan pembantu rumah tangganya sendiri tertangkap basah oleh istri. Hati sang istri terluka sekali. Tidak ada kata ‚Äúmaaf‚ÄĚ sampai mati. Ia ingin lari ke gunung yang tinggi agar tidak¬† dicari. Ia mempertahankan perkawinannya ini hanya demi anak-anak yang membutuhkan ‚Äúpapi‚ÄĚ, walaupun ia harus makan hati. Ia tidak sudi berkomunikasi karena muak melihat muka suami. Situasi rumah tangga sudah menjadi seperti api neraka di bumi. Pertengkaran terjadi setiap hari. ¬†Pertengkaran yang berakar dari kecurigaan. Istri tidak akan percaya lagi dengan suami. Suami diam-diam memata-matai istri. Ia takut istrinya membalas perbuatannya selama¬† ini. Setiap malam ia memeriksa handphone istri untuk melihat apakah ada¬† kata-kata ‚Äúromantis‚ÄĚ dari pria lain yang mengungkapkan ‚Äújatuh hati‚ÄĚ. Kecurigaan telah melenyapkan kenyamanan hati. Mereka mau berteriak, tetapi¬† tenggorokannya seakan-akan tersumbat. Mereka pingin menjadi orang gila sehingga tidak merasakan¬† penderitaan ini. Dalam doa pemulihan dan adorasi, mereka merasakan sebungkah es pelan-pelan melelehi hati. Air mata pun tertumpah di pipi. Mereka saling memandang, tetapi tidak ada yang berani mengatakan ‚Äúmaaf‚ÄĚ karena gengsi. Getaran handphone yang hampir bersamaan di dalam saku celana mereka telah mengubah keadaaan. Tak terduga getaran handphone itu berisi SMS dari puterinya yang berumur tujuh tahun : ‚ÄúPapi dan mami, jangan lupa besok ulang tahunku ! Aku tak mau tas baru sebagai hadiah ulang tahunku. Janji ya‚Ķ.. sebagai hadiah ulang tahunku adalah papi dan mami tidak boleh bertengkar lagi !‚ÄĚ.¬† SMS dari anak kecilnya ini mampu membuat mereka tersenyum. Senyuman membawa mereka pada pembaharuan janji pernikahan. Janji pernikahan membuat mereka berjalan sambil berangkulan dengan meninggalkan aku bengong ¬†sendirian di kamar makan ha‚Ķ. ha‚Ķ..ha‚Ķ.

Pengampunan tidak pernah rugi. Tanpa pengampunan, aku rugi sendiri. Menyimpan kesalahan membikin sakit hati, batin tertekan, perasaan tidak nyaman, muka muram, dan senyuman menjadi hambar. ¬†Sikap menjadi seperti macan yang siaga dan siap menyerang. Aku pernah melayangkan sebuah surat ke bossku agar menangani rekanku secara manusiawi. E‚Ķe‚Ķ.e‚Ķ.¬† bukannya rasa terimakasih, malah menjadi belati.¬† Gara-garanya surat itu diforward ke sana kemari. Aku tertunduk sedih dalam pengadilan mini. Tak ada satu kata pun keluar dari mulutku untuk membela diri karena aku yakin tidak ada yang dapat dipercayai lagi. Waktu akhirnya menunjukkan bahwa aku benar, tetapi sudah terlambat. Suasana sudah runyam. Trauma sudah mengkristal dalam jiwa. Pertemuan dengan teman-teman bukanlah berkat, tetapi beban ‚Äúapalagi yang mau diserang‚ÄĚ. ¬†Pengalaman akan pengampunan dari pasutri tadi menjadi motivasi bagiku untuk memaafin dengan bantuan rahmat ilahi. Pengampunan akan memulihkan perasaan tidak nyaman menjadi menyenangkan. Trauma pun akan hilang. ‚ÄúSabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian‚ÄĚ (Kolese 3:13). ¬†Tuhan memberkati.

27 May 2011 Posted by | Kesaksian | 6 Comments