Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

[Renungan untuk ayah] Video Papi Ilahi

Setelah lewati beberapa waktu sejak mengikuti Camp Pria Sejati Katolik,  suatu pertanyaan muncul dalam benak kita pria-pria yang berpredikat sebagai bapak/ayah, “Sudah adakah perubahan Video papi yang terjadi ?”. Masa lalu tak akan bisa berubah, hari esok belum tentu kita miliki, hanya hari ini saat inilah ada peluang untuk berubah tuk makin menjadi Pria Sejati Katolik yang menampakkan Video papi ilahi.
Continue reading

Advertisements

23 November 2014 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment

[Renungan kristiani untuk suami] Suami Yang Bete

https://i0.wp.com/alterimaging.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/alg_man_bored.jpg

“ilikitik… ilikitik…. koq diam saja
ilikitik… ilikitik …. koq kaya arca
susah amat ajak bicara
susah amat ajak bercanda
apalagi ajak dia untuk tertawa…..”

Demikianlah lirik lagu yang dibawakan oleh seorang artis cilik di masa lampau. Mungkin lagu tersebut anda nyanyikan juga pada masa itu. Sekarang anda sendiri yang menjadi orang yang menjadi objek lagu tersebut. Susah diajak bicara, susah diajak bercanda. Bawaannya stress melulu 😦
Continue reading

9 September 2013 Posted by | Artikel dan Renungan | 1 Comment

[Renungan kristiani untuk suami] Diam-diaman dengan Istri

https://i1.wp.com/aiminglow.com/wp-content/uploads/2013/01/Tense-Couple-300x300.jpgDi sebuah stasiun televisi swasta ada acara “TAHAN TAWA”. Para peserta di dalam acara tersebut mendapat tantangan yang unik. Mereka harus bisa menahan ketawa selama acara berlangsung. Sementara itu, panitianya sudah menyediakan berbagai hal lucu untuk memancing para peserta untuk ketawa.

Para peserta menggunakan berbagai cara untuk menjaga emosi mereka supaya tidak keluar ketawanya. Ada yang memonyongkan mulutnya. Ada yang menggelembungkan pipinya. Ada yang memeletot-meletotkan bibirnya.
Continue reading

31 May 2013 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment

[Renungan untuk suami] TOLONG VS BANTU

https://priasejatikatolik.files.wordpress.com/2013/05/f804d-dating_hubby_wife_01.jpgApa sih bedanya “tolong” dengan “bantu”? Kalau kita beli beras sekarung di supermarket, kemudian pelayannya datang mengangkat dan memindahkan beras dari rak ke troli kita, pelayan itu menolong kita atau membantu kita ya? 🙂

Kalau misalnya pelayan tadi diam-diam saja padahal dia melihat kita ingin membeli beras tersebut, mungkin kita akan bilang padanya, “Mas, bisa tolong bantu angkatin beras ga?” Jadi kita menggunakan kata “tolong” dan “bantu” dalam satu kalimat secara bersamaan.

Perbedaan yang agak jelas adalah kita mempekerjakan “pembantu rumah tangga” di rumah, bukan penolong rumah tangga. Kalau di perusahaan ada istilah “Asisten Manager” yang kurang lebih terjemahannya adalah “pembantu manajer”, bukan “penolong manajer”. Continue reading

30 May 2013 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment

[Renungan Suami] Tombol-tombol Cinta Istri Anda

https://i2.wp.com/dribbble.s3.amazonaws.com/users/14374/screenshots/755882/switches_sexy.pngSuatu hari minggu anda bersama keluarga berkunjung ke rumah mertua. Di sana mertua mengajak istri dan anak-anak anda ke supermarket. Anda memilih untuk menunggu saja di rumah. Untuk mengusir rasa bosan, anda melihat-lihat rak di bawah TV dan menemukan sebuah DVD film bagus yang belum pernah anda tonton. Anda menyalakan TV dan DVD player. Film mulai berjalan. Tapi anda tidak nyaman dengan bahasa Inggris. Anda ingin memunculkan subtitle (teks) dalam bahasa Indonesia. Repotnya hari itu anda lupa membawa kacamata. Anda tidak tahu tombol mana di remote-nya yang harus ditekan untuk memunculkan teksnya. Anda mencoba satu per satu tombol di remote, sampai akhirnya menemukan tombol yang seharusnya. Suatu tombol gunanya adalah membantu kita, tapi kita harus tahu dulu, tombol mana yang harus ditekan.
Continue reading

18 May 2013 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment

[Renungan Suami] Memperhatikan Kepentingan Istri

https://i0.wp.com/imgmf0.starnow.com/65/3865_3396035.jpg

@TheKakek: cowok yang kuat itu bukan yang bisa bengkokin linggis, tapi yang mampu jadi penopang cewek dikala sedih 😐

Kata-kata di atas diambil dari sebuah tweet yang dituliskan di twitter. Yang menulis seorang pria, yang pastinya dia sendiri tidak bisa membengkokkan linggis 🙂
Tapi penggalan kalimat berikutnya benar adanya. Pria harus bisa jadi penopang wanita di kala sedih.

Para pria sejati tentunya bisa lebih dari itu dong ya. Tidak usah menunggu sang istri sedih. Pria sejati, sebagai ‘pemimpin yang melayani’ bisa melakukan hal-hal super dibandingkan pria-pria biasa. Continue reading

3 May 2013 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment

Surat Pontius Pilatus Kepada Kaisar Tiberius

Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea,
Pontius Pilatus pernah menulis sebuah surat kepada Kaisar Tiberius di
Roma melaporkan mengenai aktivitas dari pelayanan Yesus. Surat ini
ditulisnya pada tahun 32 AD. Berikut adalah isi suratnya :

Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius …

Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim
yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru,
dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya
adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan
pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu
ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang
Yahudi.

Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara
sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara
dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya.
Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat
perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya.
Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti “Tuhan”
(Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat
orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia.
Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang
sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya
tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi
saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut
mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa
belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat
disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama
sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi
penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia
bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang.
Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan
menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin,
tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat.

Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk
diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret
itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya
memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa
dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam.
Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat. Namun
Ia tenang saja. Tanpa beranjak, saya begitu terpukau dengan orang yang
luarbiasa ini beberapa saat. Tidak ada yang tidak menyenangkan pada
penampilan atau perilaku-Nya. Selama kehadiran-Nya saya menaruh hormat
dan respek yang mendalam pada diri-Nya. Saya katakan kepada-Nya bahwa
pada diri dan kepribadian-Nya terdapat sesuatu yang memancar dan
menunjukkan kesederhanaan yang memukau, yang menempatkan Ia di atas
para ahli filsafat dan cendekiawan masa kini. Ia meninggalkan kesan
yang mendalam pada kami semua karena sikap-Nya yang simpatik,
sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Saya telah meluangkan banyak
waktu untuk mengamati aktivitas pelayanan menyangkut Yesus dari
Nazaret ini.

Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi
anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan
menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan
kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui
bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim.

Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus.

Surat di atas tersimpan di Perpustakaan Kepausan di Vatikan, dan
salinannya mungkin dapat diperoleh di Perpustakaan Kongres Amerika.

Dari surat di atas, tahulah kita mengapa Pilatus “tidak berani”
menjatuhkan vonis hukuman mati atas Yesus (Matius 27:24).

5 May 2008 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment

Berapa harga mujizat ?

Para pria sejati katolik, mungkin ada di antara anda yg sedang dalam keputusasaan.

Kiranya renungan ini bisa menguatkan anda.

Sally baru berumur 8 tahun ketika dia mendengar ayah dan ibunya berbicara tentang kakaknya Georgie. Kakaknya sakit dan mereka telah melakukan semuanya untuk menyelamatkan nyawanya. Hanya pengobatan yang sangat mahal yang dapat menolongnya sekarang tapi itu tidak mungkin karena keuangan keluarga tersebut.

 

Sally mendengar ayahnya berkata, hanya mujizat yang dapat menyelamatkannya sekarang. Sally masuk kekamarnya dan mengambil celengan yang disimpannya, menjatuhkannya ke lantai dan menghitungnya dengan hati hati. 3 kali dihitungnya hingga benar benar yakin tidak salah hitung.

 

Dia memasukkan uang koin tsb kedalam saku sweaternya dan menyelinap meninggalkan rumahnya untuk menuju sebuah took  obat. Dengan penuh kesabaran, ditunggunya si apoteker yang tengah sibuk berbicara dengan seorang pria. Si apoteker tidak melihatnya karena dia begitu kecil. Hal itu membuat Sally bosan dan dia menghentak hentakan kakinya kelantai untuk membuat kebisingan. Si apoteker melongokkan kepalanya tapi juga tidak melihat si Sally kecil.

 

Akhirnya dia keluar dan menemui Sally. “ Apa yang kamu mau ?” Tanya si Apoteker dengan keras. “ Saya sedang berbicara dengan saudara saya.” “ Baik , saya ingin berbicara ttg kakak saya,” Sally menjawab dengan nada yang sama. “ Dia sakit, dan saya ingin membeli suatu mujizat. “ “ Maaf , apa yang kamu katakan ?” kata si apoteker. “ Ayah saya berkata hanya mujizat yang dapat menyelamatkannya. Nah sekarang berapa harga mujizat itu ? “ “ Kami tidak menjual mujizat disini, anak kecil. Saya tidak dapat menolongmu.” “ Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya jadi katakan  saja berapa harganya” kata Sally lantang.

 

Seorang pria dengan berpakaian rapi duduk jongkok dihadapannya dan bertanya ; “ Mujizat jenis apa yang dibutuhkan saudaramu ?” “ Saya tidak tahu,” jawab Sally. Airmata mulai mengalir dipipinya. “ Yang saya tahu, dia benar benar sakit dan ibu saya mengatakan kalau dia harus dioperasi. Tapi keluarga saya tidak dapat membayarnya…… jadi saya mengambil tabungan saya. “ Berapa banyak yang kau punya?” Tanya pria itu. “ Satu dollar11 sen,” jawabnya dengan bangga. “ Dan inilah semua uang yang saya punyai di dunia ini.” “ Wah , suatu diluar logika.” Senyum pria tadi  Satu dollar 11 sen…. Harga yang tepat untuk mujizat yang menyelamatkan kakaknya. Dia mengambil uang itu dan tangan satunya membimbing tangan anak kecil itu sambil berkata: “Bawa aku  ketempat kamu tinggal, aku ingin bertemu dengan kakak dan orang tuamu”.

 

Pria berpakaian rapi itu adalah Dr Carlton Armstrong, seorang specialis bedah. Dia membantu penyembuhan kakak Sally, si Georgie itu. Operasi berjalan sempurna tanpa bayaran dan tidak berlangsung lama sampai akhirnya Georgie kecil pulang kerumah dan sudah sembuh. Ayah dan ibunya sangat bahagia untuk peristiwa ini, “ Operasi itu ….. sebuah keajaiban…… Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak biaya yang dikeluarkan dan kita tidak membayarnya sedikitpun……” kata sang ibu.

 

Sally tersenyum sendiri….. Dia tahu persis berapa harga mujizat untuk kesembuhan kakaknya…. . satu dollar 11 sen dan tentu saja ditambah IMAN  dari si Sally kecil.

 

                                          The End

 

 

 

Renungan : Mungkin banyak persoalan dan beban dalam hidup kita dan semua cara sudah ditempuh untuk keluar dari persoalan tsb namun seringkali banyak jalan buntu dan hampir hampir kita  sudah kehilangan asa dan menyerah.

 

Satu pelajaran yang manis melalui peristiwa diatas bahwa segala sesuatu masih mungkin terjadi dan MUJIZAT MASIH TETAP ADA  dan berlaku sampai saat ini So NEVER GIVE UP dan berharap kepada ALLAH bahwa DIA bisa membuat segala sesuatu indah tepat pada waktunya.

27 March 2008 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment

Patahkan kakinya

Ada
seorang hamba Tuhan di Australiayang selain melayani sebagai Gembala Sidang, dia
juga adalah seorang gembala domba dan dia

memiliki banyak domba peliharaan.

Dalam keseharian dia menggembalakan domba, memberi mereka makan,membawa
mereka ke padang rumput, dia menemukan seekor domba yang

nakal dan memiliki karakter yang sangat berbeda dengan
domba-domba yang lain. Domba nakal ini selalu memisahkan diri dari
teman-temannya.

Ketika domba-domba yang
lain makan rumput secara berkelompok, dia akan keluar dari kelompoknya dan pergi
ke tempat yang dia suka, atau ketika

gembalanya sedang menggiring domba-dombanya ke padang rumput, si domba
nakal akan lari sendirian ke arah yang berlawanan, jauh dari kelompoknya.

Reaksi si gembala adalah selalu mengejar
domba nakal ini dan menempatkannya kembali ke kelompoknya.

Dan hal ini selalu dia lakukan berulang kali, jadi, bila
si domba nakal memisahkan diri, si gembala akan mengejar dan menggendongnya
untuk mengembalikan dia ke kelompoknya.

Gembala ini sabar menghadapi hal ini karena dia juga seorang gembala yang
Tuhan percayakan jemaat kepadanya (mungkin juga ada jemaat yang nakal kaya’
begini..),

tapi setelah berkali-kali hal
ini terjadi, si gembala pusing juga ternyata… dan dia mulai menyampaikan hal
ini kepada Tuhan dalam doanya…

“Tuhan… Engkau adalah seorang Gembala yang baik… dalam Mazmur, Daud
pun mengilustrasikan Engkau sebagai Gembala yang membawa domba-domba- Mu ke
padang rumput yang hijau. Daud, pada masa mudanyapun adalah seorang gembala
domba dan apa yang dia ungkapkan tentang Engkau, sebagai seorang Gembala, ku
percaya bahwa Daud pun menemukan hal-hal ini ketika dia sedang menggembalakan
dombanya.

Tuhan… Engkau Allah yang
mengetahui segala sesuatu… jadi kalo Engkau ada pada posisiku… apa yang akan
Engkau lakukan dalam menghadapi domba yang nakal ini?”

“Patahkan kakinya…” kata Tuhan.

“Haa… Tuhan… patahkan kakinya…? (sambil mikir, ko’
Tuhan tega amat) Tanya balik ke Tuhan.

Tapi, kembali jawaban Tuhan, “…patahkan kakinya…”

Menyadari bahwa Allah mengetahui
segala sesuatu, dia ngikut apa yang Tuhan suruh dia buat. Maka, esok harinya,
ketika sedang menggembalakan domba, si domba nakal melakukan kebiasaannya dan si
gembala mengangkatnya,  sambil berkata dalam hati,

“Tuhan… aku nggak tega, tapi karena Engkau yang suruh
aku untuk patahkan kakinya, maka aku akan patahkan kakinya…”

Si domba nakal merintih kesakitan dan si
gembala nggak tahan mendengarnya, hatinya sakit sekali mendengar rintihan itu,
namun dia sangat mengasihi

domba itu dan
dia patuh dengan apa yang Tuhan suruh dia lakukan.

Setelah dia mematahkan kaki si domba nakal, kaki tersebut
dia balut. Setiap hari dia menggendong domba nakal itu karena dia nggak bisa
jalan.

Si domba itupun dirawat olehnya,
domba itu makan rumput di samping gembalanya karena bila dia makan rumput dengan
teman-temannya – dia akan terinjak,

bila
sedang berjalan-jalan di padang rumput, si gembala akan menggendongnya.

Inilah yang terjadi… setiap kali domba
nakal ini haus, dia akan menjilat keringat si gembala yang menggendongnya,
kepalanya selalu bersandar pada dada si gembala dan menggosokkan kepalanya di
bahu gembala bila sedang berjalan-jalan di padang  rumput.

Selama kakinya patah, domba nakal ini
sangat bersikap manis dan hampir setiap saat, dia menjilat keringat gembalanya..
. dia tidak berdaya, sangat bergantung pada gembalanya.

Akhirnya, kakinya pun sembuh. Si gembala membuka balut
pada kakinya dan melepaskannya untuk bermain-main dengan teman-temannya yang
lain.

Namun, hal inilah yang terjadi…
dia tidak berlari ke kelompoknya, tapi terus merapatkan dirinya antara kaki
gembalanya.. . sehingga si gembala mengangkatnya (dan si domba nakal masih terus
menerus menjilat keringat si gembala!) dan harus meletakkan dia di kelompoknya,
tapi si domba nakal selalu berlari mengikuti dan merapatkan dirinya kembali ke
gembalanya!

Si gembala berulang kali
melakukan hal ini,tapi, berulang kali pula si domba nakal kembali kepadanya…
Si gembala bingung dengan perilaku domba nakal ini, dan dalam kebingungannya
Tuhan berkata kepadanya, “Itulah yang tidak dimengerti oleh umat-Ku… Ketika
Aku membiarkan mereka berbeban berat atau terluka atau Aku ijinkan sesuatu
menimpa mereka… itu adalah untuk membawa mereka mendekat kepada-Ku.

Aku melakukan itu untuk membuat mereka
mengerti betapa berharganya mereka di hati-Ku… betapa Aku ingin mereka hidup
bergantung hanya pada-Ku,dekat dan intim dengan-Ku. Tapi,seringkali, mereka
semakin menjauh ketika hal-hal itu terjadi…”

Gembala itu akhirnya mengerti, mengapa Tuhan menyuruh dia
mematahkan kaki domba nakal itu, yaitu untuk menyatakan isi hati-Nya, betapa
manusia berharga di hati-Nya dan mengajar dia tentang kerinduan Allah untuk
hidup intim dengan umat-Nya. Namun, banyak orang yang nggak menyadari hal itu
dan Allah mau dia menyatakan itu kepada jemaat-Nya.


Friends…
terkadang kita nggak sadar bahwa hal-hal kecil yang kita hadapi setiap hari,
adalah proses pembentukan karakter.

Kita
mo’ sama-sama belajar yuk…

“Sebab
Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,
demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan
rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan
mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila
kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku,
demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan memulihkan keadaanmu… ” {Yeremia
29:11-14b}

God bless you!

18 March 2008 Posted by | Artikel dan Renungan | Leave a comment