Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

Indahnya Pengampunan

Oleh  Pastor Felix Supranto, SS.CC

 

“Romo, sampaikan kesaksian kami kepada banyak makluk insani sehingga mereka merasa diberkati”.  Itulah  permintaan dari sepasang suami istri  yang mengikuti retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati baru-baru ini. Mereka mengalami kasih Ilahi sehingga ingin berbagi kepada keluarga-keluarga Kristiani.

Pada awalnya mereka tidak ada niat di hati untuk mengikuti retret ini. Mereka hanya ingin memuaskan hati temannya yang mengajaknya mengikuti retret ini agar rumah tangganya dipulihkan kembali. Sang istri mau menjalani retret ini karena istri dipisahkan dengan suami. Dengan cara ini, ia bisa ngrasani (ngomongi) suami dengan sepuas hati. Sang suami pun mengikuti retret ini sekedar membuntuti istri dengan topeng suci. Akan tetapi, kuasa Allah tidak bisa dibatasi.  Kuasa Allah bekerja dalam segala situasi.

Kesucian pernikahan mereka telah dinodai dengan perselingkuhan suami. Perselingkuhan sang suami dengan pembantu rumah tangganya sendiri tertangkap basah oleh istri. Hati sang istri terluka sekali. Tidak ada kata “maaf” sampai mati. Ia ingin lari ke gunung yang tinggi agar tidak  dicari. Ia mempertahankan perkawinannya ini hanya demi anak-anak yang membutuhkan “papi”, walaupun ia harus makan hati. Ia tidak sudi berkomunikasi karena muak melihat muka suami. Situasi rumah tangga sudah menjadi seperti api neraka di bumi. Pertengkaran terjadi setiap hari.  Pertengkaran yang berakar dari kecurigaan. Istri tidak akan percaya lagi dengan suami. Suami diam-diam memata-matai istri. Ia takut istrinya membalas perbuatannya selama  ini. Setiap malam ia memeriksa handphone istri untuk melihat apakah ada  kata-kata “romantis” dari pria lain yang mengungkapkan “jatuh hati”. Kecurigaan telah melenyapkan kenyamanan hati. Mereka mau berteriak, tetapi  tenggorokannya seakan-akan tersumbat. Mereka pingin menjadi orang gila sehingga tidak merasakan  penderitaan ini. Dalam doa pemulihan dan adorasi, mereka merasakan sebungkah es pelan-pelan melelehi hati. Air mata pun tertumpah di pipi. Mereka saling memandang, tetapi tidak ada yang berani mengatakan “maaf” karena gengsi. Getaran handphone yang hampir bersamaan di dalam saku celana mereka telah mengubah keadaaan. Tak terduga getaran handphone itu berisi SMS dari puterinya yang berumur tujuh tahun : “Papi dan mami, jangan lupa besok ulang tahunku ! Aku tak mau tas baru sebagai hadiah ulang tahunku. Janji ya….. sebagai hadiah ulang tahunku adalah papi dan mami tidak boleh bertengkar lagi !”.  SMS dari anak kecilnya ini mampu membuat mereka tersenyum. Senyuman membawa mereka pada pembaharuan janji pernikahan. Janji pernikahan membuat mereka berjalan sambil berangkulan dengan meninggalkan aku bengong  sendirian di kamar makan ha…. ha…..ha….

Pengampunan tidak pernah rugi. Tanpa pengampunan, aku rugi sendiri. Menyimpan kesalahan membikin sakit hati, batin tertekan, perasaan tidak nyaman, muka muram, dan senyuman menjadi hambar.  Sikap menjadi seperti macan yang siaga dan siap menyerang. Aku pernah melayangkan sebuah surat ke bossku agar menangani rekanku secara manusiawi. E…e….e….  bukannya rasa terimakasih, malah menjadi belati.  Gara-garanya surat itu diforward ke sana kemari. Aku tertunduk sedih dalam pengadilan mini. Tak ada satu kata pun keluar dari mulutku untuk membela diri karena aku yakin tidak ada yang dapat dipercayai lagi. Waktu akhirnya menunjukkan bahwa aku benar, tetapi sudah terlambat. Suasana sudah runyam. Trauma sudah mengkristal dalam jiwa. Pertemuan dengan teman-teman bukanlah berkat, tetapi beban “apalagi yang mau diserang”.  Pengalaman akan pengampunan dari pasutri tadi menjadi motivasi bagiku untuk memaafin dengan bantuan rahmat ilahi. Pengampunan akan memulihkan perasaan tidak nyaman menjadi menyenangkan. Trauma pun akan hilang. “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolese 3:13).  Tuhan memberkati.

Advertisements

27 May 2011 Posted by | Kesaksian | 6 Comments

Kesaksian-kesaksian setelah retret

Lewat Retret ini, saya berhasil bebas dari ketagihan pornografi puluhan tahun dan keluarga saya dipulihkan
(A, pria 48 th)

Saya ikut retret PSK angkatan ke 6 sekitar 2 thn yang lalu. Setelah ikut retret saya mengalami perubahan yg sangat besar antara lain : lebih menghargai istri dan anak-anak, lebih bisa menerima kekurangan orang lain, lebih mengambil peran dan tanggung jawab mendidik anak-anak yang selama ini saya serahkan ke istri.
Selain itu sayapun lebih ‘berani’ mengakui kesalahan sendiri dan meminta maaf. Kalau dulu, biarpun saya tahu saya yang salah, tapi tetap gengsi unfuk mengakui apalagi minta maaf! Sekarang kata-kata seperti : sayang, tolong, maaf, dan terima kasih sudah jadi kosa kata standard di rumah.
Dan yg paling terasa berubah adalah lebih rajin baca Alkitab, pimpin doa di rumah bersama keluarga dan semakin giat di acara-acara lingkungan atau paroki..
Dan hebatnya, setelah saya dan istri ikut retret PSK-WD, anak-anak kami menjadi lebih dekat dengan kami dan terjalin saling pengertian yg mesra dan terbuka. Waktu ditanya Oom dan Tantenya, anak-anak kami mengatakan mereka sangat senang karena sekarang papa dan mamanya jadi lebih lembut dan mengerti mereka.
Secara tak kami duga, merekapun senang ikut kegiatan KTM, Roses dan BIA/BIR serta Camp Remaja di Lembah Karmel. Puji Tuhan. Satu kepala keluarga dipulihkan maka seluruh keluarga ikut terpulihkan.
Saya dan istri berandai-andai, sekiranya kami ikut retret PSK-WD ini pada usia yang lebih muda, pasti banyak pertengkaran dan luka batin yang dapat kami hindarkan. Kami pasti dapat mengajar anak-anak dan membangun fondasi keluarga dengan cara-cara yang dikehendaki iman Katolik (bukan dengan cara yang kami copy dari orang tua kami yang belum tentu benar),
Beruntunglah anda yang masih termasuk keluarga muda dan sudah ikut retret ini. Tuhan memberkati
(G, pria 44 th.)

Saya sangat bersyukur karena Tuhan memberkati keluarga saya melalui retret Wanita Diberkati. Dalam retret ini Tuhan mengingatkan kepada saya akan tugas saya sebagai perempuan, terutama sebagai isteri dan ibu dari anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada saya. Tuhan mendidik saya untuk menjadi mitra-Nya di dalam melayani keluarga dan sesama dengan berlandaskan kasih Kristus
(D, wanita 37 tahun)

Setelah mengikuti Retret Wanita Diberkati ini, saya bisa mengampuni suami, yang telah menyakiti saya selama bertahun-tahun, dengan memiliki WIL
(P, wanita 38 tahun)

Saya dan suami sangat bersyukur dapat mengikuti Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati ini, karena begitu banyak perubahan yang terjadi pada diri suami saya, yang tadinya suka main pukul sama anak, sekarang menjadi lembut bersikap terhadap anak dan istrinya, yang dulunya kalo diajak ke Gereja susah banget, sekarang bisa ajak keluarga berdoa sebelum tidur, kuasa Tuhan memang dahsyat dapat merubah sesuatu yang kita pikir tadinya sudah gak mungkin diubah, puji Tuhan
(S, wanita 35 tahun)

Perutku terasa mual akibat goncangan mobilku yang melewati jalan yang berlobang menuju Sawangan-Depok.
Jalan berlobang menggambarkan banyaknya hati yang terluka dan banyak umat Tuhan yang rindu akan pemulihan hatinya, Retret “Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati” menjadi sarana dari Tuhan untuk menyembuhkan relasi antar sesama yang mungkin telah retak.
Bagi orang yang tidak mau berkembang kehidupan rohaninya, kegiatan ini dianggap suatu kegiatan biasa-biasa atau kurang bermanfaat. Tetapi justru lewat retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati ini, aku dipulihkan-Nya, akupun tanpa malu maju ke depan, berlutut dihadapan seorang bapak …X… sebagai orang yang aku tuakan, lalu aku mencuci kakinya serta mencium telapak kakinya, sebagai ujud nyata mohon pengampunan dari orang-orang yang terluka karena perkataan dan perbuatanku dan aku pun dengan rela memaafkan mereka yang telah menyakiti hatiku.
Setelah acara rohani yang mengesan itu selesai, seorang ibu dengan air mata berlinang datang kepadaku untuk membagikan pengalaman pemulihan yg dialami bersama Tuhan Yesus. Airmatanya bukan air mata kesedihan, tetapi air mata kegirangan karena dia telah menangkap maksud apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidupnya. Lewat Retret yang diikutinya ini TUHAN telah menyadarkan dirinya bahwa kemarahannya telah membutakan mata hatinya terhadap banyaknya anugerah Tuhan di dalam kehidupannya. la kini telah dipulihkan oleh Tuhan. Kemarahannya kini telah diambil oleh Tuhan. Akhirnya Aku berdiri dan menjabat tangannya :”lbu, anda naik tingkat dalam iman karena telah menang dalam pergulatan iman. Anda telah menjadi terang di tengah kebutaan banyak manusia akan kepedulian terhadap Tuhan”.
Tidak cukup bagi anda hanya dengan membaca kesaksian ini, tetapi datanglah, rasakan dan kecaplah sendiri betapa manisnya anggur dari Tuhan Yesus lewat Retret ini, Tuhan memberkati.
(Pastor Felix Supranto, SS.CC.)

7 May 2011 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Komentar-komentar dari Retret 19-20 Feb 2011

Ginarti:
Saya mngucapkan trmksh atas prhtian bu Fifi slm sy ret2 smpe skrg.. Saya mndpatkn bnyk manfaat dr ret2 tsb trutma untk prtumbuhn iman sy kpd TUHAN YESUS jd smkn dlm, dan utk khdupn sy dlm brumah tangga..

Gratia diani:
Luar biasa!! Biarpun saya telah ikut 2 kali, sy mrskan mdpt sentuhan ksh Tuhan yg tak terkira. Apa yg kami alami dlm retret sungguh mrpk pengalaman yg mnguatkan iman kami skaligus cinta kami. Bgt indah karunia cinta & ksh Tuhan kpd kt manusia, shg kt hrs slalu bersyukur dlm kondisi apapun. I love Jesus. Thanks

Bu Yvonne:
Luaarr biasaaa…. (y)(y) (y)yes3…. Semua bekerja dg sepenuh hati shg semuaaaaa…. Berjalan indaaahh…. Sekali, bgmn ROH KUDUS membimbing semua panitia jg peserta shg semua merasakn KASIH n KUASANYA nyata dlm retr WD//PSK yg tak dpt diungkapkn dg kata2. Profisiat semua

Cynthia:
Ada 1 domba WD, tulis di FB ttg retret kmrn, dia sgt sukacita terlepas mengalami pergumulan dgn suaminya, tp dia bersyukur dijamah Tuhan bersama suaminya. Smg mrk bs rukun kembali. Kita doakan domba2 kita agar bs menjd pewarta pribadi dan memberikan kesaksian2. Aku tau domba yg ini dr sepupunya, temenku selingkungan yg prihatin atas kehidupan rmh tangganya. Luar biasa Tuhan kita

Freddy:
Thanks guys, saya pun setelah mengikuti PSK Angkatan 2, mengalami suatu pembaharuan dalam diri saya dan setiap kali melayani sejak PSK Angkatan 3 dan sharing dengan teman teman sekalian, diri saya pun seakan akan di recharge dan diingatkan oleh Tuhan. Semoga dengan pelayanan ini semakin banyak pribadi pribadi yang dipulihkan. Good job (y) to PSK dan WD team. Tuhan Yesus memberkatiO:)

21 February 2011 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati (24/10/10)

Dengan semakin meningkatnya kejadian perceraian di keluarga Katolik akhir-akhir ini di mana perkawinan dan hidup berkeluarga banyak sekali mengalami tantangan dan godaan, diperlukan suatu hubungan/komunikasi yang baik antara suami dan isteri. Selain itu pendampingan dan pembekalan untuk keluarga-keluarga Katolik merupakan suatu kebutuhan yang semakin mendesak. Maka pada hari Minggu tanggal 24 Oktober 2010 Kategorial Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati yang bernaung di bawah Seksi Kerasulan Keluarga (Paroki Santa Monika – BSD – Tangerang – Banten) mengadakan seminar untuk pertama kalinya di Paroki Santa Monika. Acara yang dimulai jam 8.00 dengan misa yang dipimpin oleh Pastor Soepandoyo OSC kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ibu Nanik Purwoko selaku pendamping Seksi Kerasulan Keluarga.

Dalam kata sambutannya Ibu Nanik mengucapkan selamat kepada Kategorial Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati yang telah diterima secara resmi di paroki St. Monika. Beliau juga berharap agar keberadaan kategorial ini benar-benar bisa menjadi garam bagi umat paroki St Monika yang sebagian besar adalah pasangan muda yang masih rentan terhadap berbagai badai dan kesulitan-kesulitan dalam membina bahtera keluarganya.

Seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati ini terdiri dari 5 sesi yang dimulai dari jam 8.00 sampai jam 19.00. Walaupun acara cukup padat disertai hujan yang lebat, namun semua peserta tetap menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi. Tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan sebelum acara selesai. Selama sesi 1-4 peserta pria dan wanita dipisahkan ruangannya agar pembahasan materi dan sharing kelompok dapat dilakukan dengan lebih bebas, tidak terdengar oleh pasangannya dan lebih terbuka karena peserta wanita dimentori wanita dan begitu pula sebaliknya pada peserta yang pria.

Pastor Pandoyo yang membawakan materi sesi ke 3 dengan judul “Aku Ciptaan Tuhan Yang Unik” antara lain menyampaikan bahwa di paroki kita sudah ada tambahan wadah berupa Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati untuk memberdayakan keluarga, maka mari kita wujudkan wadah ini menjadi oase di mana banyak keluarga memperoleh manfaat dari keberadaannya.

Di dalam seminar ini suami istri diajak untuk melakukan refleksi atas hidup perkawinan mereka selama ini apakah sudah sesuai dengan firman Tuhan misalnya tentang kesetaraan suami-istri dan pembagian tanggung jawab di antara mereka. Di masyarakat kita masih terdapat suatu anggapan bahwa yang bertanggung jawab untuk mendidik anak adalah istri sedangkan suami mencari nafkah saja. Sehingga kalau anaknya bermasalah yang disalahkan adalah ibunya. Di seminar ini diingatkan bahwa suami diharapkan mengambil peran sebagai: a) imam: membawa anggota keluarganya mendekat ke Tuhan dengan berdoa bersama, sharing iman dan lain-lain, b) nabi: membawa firman Tuhan kepada keluarga dan c) raja: yang paling bertanggung jawab atas baik buruknya keluarga. Sedangkan istri diharapkan menjadi penolong yang sepadan bagi suaminya dan saling mengisi dalam segala bidang.

Di dalam menghadapi kerasnya godaan kehidupan modern saat ini hendaknya suami dan istri selalu mengingat moto perekat suami istri yang bunyinya: Engkau adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan bagiku! Walaupun engkau jelek (entah fisik maupun kelakuan) dan sering kali menyebalkan namun engkau adalah hadiah dari Tuhan bagiku! Para suami istri juga diingatkan untuk lebih murah hati memberi maaf kepada pasangannya, bahkan harus mendoakan serta menolong pasangannya yang sudah terperosok ke kubangan dosa untuk kembali ke jalan yang benar.

Selain sesi pengajaran, acara diselingi dengan sharing kelompok yang didampingi oleh fasilitator di setiap kelompok yang terdiri dari 3 peserta dan 1 fasilitator. Para peserta sangat antusias mengikuti sharing kelompok yang kadang-kadang menyangkut persoalan yang cukup pribadi, namun dapat disharingkan dengan terbuka. Tampaknya peserta cukup memahami dan mempraktekkan ungkapan: Keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Dan mereka juga ingin aktif berubah sesuai dengan moto: Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi suatu perubahan.

Setelah sesi ke 5 peserta pria dan wanita bergabung kembali untuk selanjutnya mengikuti doa pemulihan keluarga. Pada saat doa pemulihan keluarga suasana sangat tenang dan cukup banyak pasangan yang terlihat terharu, lega dan ceria.

Berhubung materi retreat Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati yang biasanya diberikan selama dua hari namun pada kesempatan ini waktu yang tersedia hanya satu hari, maka sesi 6, 7, dan 8 yang belum dibahas di seminar ini dilanjutkan pembahasannya pada tiga hari Rabu tanggal 27 Okt, 3 Nov dan 10 Nov di aula gereja Santa Monika jam 19.30-21.30 dalam bentuk pengajaran dan sharing. Dan sebagai follow up dari retreat/seminar ini, pada setiap Rabu, jam 19.30-21.30 diadakan PI (pendalaman iman) bagi seluruh alumni seminar/retreat maupun umat yang belum ikut seminar namun ingin bergabung. Panitia juga akan mengadakan retreat yang sama pada sekitar bulan Feb 2011 (kontak Eski 0818404535).

Bagaimana tanggapan dari peserta setelah mengikuti seminar ini? Seorang peserta pria (EL) dari paroki Santa Monika memberikan kesaksian sebagai berikut: “Kita sering tidak sadar, bahwa banyak hal-hal kecil yang kita lakukan selama ini salah, atau mungkin karena sudah terlalu sering kita lakukan sehingga kita merasa tidak berdosa, padahal dosa tetaplah dosa. Untuk itu diperlukan seminar-seminar semacam ini untuk menyentil (dan kalau perlu) menampar kita yang sering tidak sadar telah berbuat kesalahan. Selain itu kesaksian-kesaksian dari para pembicara seminar yang berupa pengalaman pribadi dan pergulatan hidup mereka sendiri sungguh membuka mata kita terhadap hal-hal yang tadinya kita sepelekan dan kita anggap bukan dosa. Kesaksian-kesaksian tersebut juga menguatkan kita yang menghadapi masalah yang serupa.”

Peserta lain, seorang pria (G) dari Mathias Rasul mengatakan: “Secara perlahan dan ajaib Tuhan memulihkan keluarga kami. Salah satu seminar yang kami ikuti adalah Seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati. Seminar ini sangat memberkati keluarga kami sehingga saat badai besar melanda keluarga kami, iman dan sendi-sendi kehidupan keluarga kami tidak runtuh. Sebaliknya badai besar malah membuat kehiduapan iman & keharmonisan rumah tangga kami semakin kuat. Untuk teman-teman yang belum pernah ikut seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati, mari alami pemulihan dan lawatan Tuhan dalam kedua Retreat ini.” (dmh)

Oleh: Gunawan Halim T.
Penulis adalah warga Lingkungan St. Yustinus

Sumber: Majalah Komunika (Komunikasi Umat Monika) Nov-Des 2010

20 January 2011 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Testimoni peserta retret

saya baru saja ikut PSK tgl 8-9 mei 2010 kemarin..Luar biasa…saya ikut sendiri , next yg november, saya mau ajak pasangan saya…Terima kasih Bapa Putera dan Roh kudus..Mohon doa dan dukungan agar dapat tetap berjalan dalam jalanMU..

Yohannes Jonny (diambil dari Facebook)


Setelah saya mengikuti acara Retreat Pria Sejati Katolik 8-9 agustus ’09 yl , saya merasa semakin dekat & percaya pada JESUS….

Widi Soehadi (diambil dari Facebook)

15 May 2010 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Meng-entertain harus ke hiburan malam?

Sebagai seorang pengusaha, dulu saya tidak merasa masalah dengan kebiasaan di dunia bisnis, yaitu meng-entertain customer atau tamu dari luar ke tempat-tempat hiburan malam. Saya pikir memang begitulah harusnya kita melayani mereka. Mulanya saya memang cuma mengantar, kemudian toleran ikut sedikit-sedikit dan akhirnya terbiasa juga. Seminggu bisa 2 kali acara meng-entertain ini.
Sekitar 2 tahun lalu saya mengikuti KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi) dan mulailah pertentangan batin terjadi, sampai akhirnya saya mengikuti retret Pria Sejati Katolik. Di dalam retret ini kami ber-sharing dengan teman-teman sekelompok. Di dalam sharing, saya mendapat peneguhan dari Tuhan, lewat teman sekelompok saya, bahwa ‘Bukan apa yang masuk yang menajiskan, tetapi apa yang keluar dari kitalah yang menajiskan’.
Pergumulan saya adalah apakah saya tetap meneruskan kebiasaan ini atau meninggalkannya. Bagaimana nanti jika saya tidak meng-entertain mereka? Customer saya mungkin kecewa dan meninggalkan saya.
Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan kebiasaan ini. Saya masih melayani customer jika cuma sekedar lunch, dinner atau golf. Tapi jika sudah jam 8 malam, saya akan pamit, dan terserah apa kata mereka.
Tadinya saya pikir mungkin sikap saya ini akan mengurangi omset, tapi Puji Tuhan, ternyata tahun lalu, di saat orang-orang krisis, perusahaan saya tetap sukses. Prinsipnya sederhana saja: Jika kita makin dekat Tuhan, Tuhan akan memberikan berkat-berkatNya bagi kita.

(Kesaksian dari seorang alumni retret Pria Sejati Katolik)

15 May 2010 Posted by | Kesaksian | 2 Comments

Istri dan anak-anak mau mengampuni

Panitia Retreat PSK sungguh sangat bersukacita saat menerima sms dari salah satu peserta retreat Pria Sejati Katolik berikut ini: “Sungguh luarr biasa pak, thank You Yesus, benar2 kasih Nya mengalir indah, istri, anak2ku mau mengampuni dan sudah 2 hari ini penuh kasih, entah kemana emosiku, egoku hilang, yang ada kasih, dan sudah mulai baca alkitab bersama, betul2 indah kasih Tuhan, Thank you, Thank You Yesus”

18 August 2009 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan

Setiap Jumat malam pk. 19.30-22.00, di Boulevard P3, BSD diadakan pertemuan para alumni Camp Pria Sejati Katolik. Di dalamnya ada firman yang dibawakan oleh para hamba Tuhan dan diakhiri dengan sharing di antara para alumni. Sharingnya tentu saja beragam. Banyak yang memberikan kesaksian akan kasih Tuhan dan ada yang menyampaikan hasil perenungannya melewati peristiwa di hidupnya.

Di dalam satu pertemuan, dibahas tentang “Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan”. Setiap alumni menyampaikan apa yang sudah berubah di hidupnya setelah mengikuti Camp Pria Sejati Katolik. Puji Tuhan, di dalam sharingnya para alumni menyampaikan perubahan-perubahan yang berarti dalam hidupnya. Misalnya: tidak lagi berjudi, tidak lagi bermain wanita, tidak lagi merokok, pulihnya hubungan dengan mertua, terpanggil untuk melayani, memperhatikan pendidikan rohani anak, dll.

Sebagai manusia biasa tentunya sulit untuk mencapai perubahan-perubahan tersebut. Tapi oleh kasih dan kekuatan dari Roh Kudus saja semuanya itu bisa terjadi. PUJI TUHAN atas campur tangannya memulihkan kesejatian para pria katolik.

24 March 2009 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Keluarga kami dipulihkan 110%

Dalam salah satu camp, ada kesaksian dari seorang bapak yang pernah mengikuti camp Pria Sejati Katolik periode sebelumnya. berikut sebagian kesaksiannya:

“Dulu saya melihat bahwa hubungan seks suami istri itu hanya suatu hak dan kewajiban saja. Hak saya untuk meminta dan kewajiban istri untuk memenuhi permintaan saya. Setiap kali saya melakukan hubungan dengan istri saya, tidak pernah sekalipun saya bertanya kepadanya apakah dia merasa terpuaskan atau tidak. Yach pokoknya saya selesai artinya selesai. Hal ini yang membuat komunikasi kami semakin lama semakin berkurang, terutama kehangatan dan intensitas kami untuk meluangkan waktu bersama-sama.

Tanpa disadari, dengan adanya UANG ditangan, malah membuat ketidakharmonisan kami di rumah sebagai alasan untuk mencari kehangatan di luar. Semakin sering saya melakukannya di luar, semakin tidak berdaya saya saat “berhadapan” dengan sang istri. Intensitas kami yang tadinya saat awal pernikahan begitu dahsyatnya, saat itu bahkan bisa dibilang tidak tersisa. Saya seolah semakin terperosok dan terperosok lebih dalam lagi, dan bahkan sudah mulai mengkonsumsi obat kuat berbagai merek untuk menunjukkan bahwa saya masih lelaki sejati, lelaki tulen.

PUJI TUHAN, melalui berbagai rintangan, hati saya tergerak oleh undangan seorang teman untuk mengikuti Camp Pria Sejati Katolik. Puji Tuhan juga, istri saya juga berkenan untuk mengikuti camp Wanita Diberkati. Singkat cerita, melalui Camp Pria Sejati Katolik dan Camp Wanita Diberkati ini, keluarga kami boleh dipulihkan. Bahkan dipulihkan 110% oleh Tuhan.

Saat ini, kami berdua bagaikan pasangan “pengantin baru” yang nempel terus… komunikasi kami semakin lancar bahkan lebih lancar dibanding dahulu. Dengan anak-anak juga kami mengalami banyak pemulihan. Kami sudah dapat meluangkan waktu kami untuk bersama-sama paling tidak 2x dalam 1 minggu untuk melakukan doa malam bersama-sama dan melakukan aktivitas rohani bersama-sama pula.

Sungguh karya TUHAN dalam membuka mata kami (mata saya terutama) sangat dahsyat. Pria Sejati Katolik tidak membutuhkan obat-obat kuat, Pria Sejati Katolik, tahu cara mengelola berkat/uang yang telah diberikan oleh Tuhan dengan semestinya. Pria Sejati Katolik adalah IMAM dalam keluarga.

Saya bersyukur dan berterima kasih kepada para pengurus/panitia Camp ini, yang telah memberikan waktu dan kesempatan bagi saya untuk bersaksi di hadapan para Calon PRIA SEJATI KATOLIK. Harapan saya, semoga dengan sharing saya ini, bapak-bapak sekalian dapat mensyukuri wujud kita sebagai Laki-laki, dan terlebih, kita semua BERANI untuk mengambil pilihan, menentukan langkah, untuk berbalik menuju kebenaran, bukan sekedar menjadi lelaki, melainkan menjadi PRIA KATOLIK yang SEJATI.

Demikian sharing saya, Tuhan memberkati.

123 Yes Yes Yes….. ”

{Jika kita punya HUBUNGAN dengan TUHAN selalu baik, kita akan kuat menghadapi berbagai TANTANGAN serta memiliki KARAKTER yang baik dan menjadi BERKAT bagi banyak orang di sekitar kita- PSK Gratia, 24 Februari 2009}

24 February 2009 Posted by | Kesaksian | 2 Comments

Pendidikan anak saya di tangan TUHAN

Di dalam retret Pria Sejati Katolik, Tuhan menyentuh kita dengan berbagai cara dan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Secara khusus di retret terakhir Tuhan mengingatkan rencanaNya atas pendidikan anak saya.

Tahun ini anak kedua saya akan masuk SD. Di lingkungan kami, sekolah yang terdekat adalah SD A. Anak pertama kami sekolah di situ dan sekarang sudah SMP di sekolah A juga. Pendidikan di sana kami nilai baik dan tidak memberatkan anak di dalam pelajarannya. Sayangnya uang pangkal dan uang sekolah di SD A adalah termasuk yang tinggi. Puji Tuhan, anak pertama saya disubsidi pamannya.

Karena ekonomi keluarga kami sedang krisis, saya merencanakan anak kedua saya masuk SD B saja, walaupun jaraknya lebih jauh dan ada kekurangan lain (menurut pertimbangan kami). Sebenarnya kakak ipar saya sudah menawarkan untuk subsidi anak kedua saya untuk masuk SD A, tapi dengan halus saya menghindari membicarakannya. Rasanya malu kalau sekolah anak harus disubsidi dua-duanya.

Di retret Pria Sejati Katolik, Tuhan mengingatkan saya bahwa masa depan anak saya ada di dalam tanganNya. Saya jadi sedih karena saya sudah membelokkan rencana Tuhan dengan menolak berkat (berupa subsidi pendidikan) yang Tuhan berikan. Kesombongan saya, yang tidak bersedia disumbang oleh saudara, bisa membelokkan rencana Tuhan dalam pendidikan anak kedua saya. Saat itu saya menyesal dengan ketinggian hati saya dan berniat mengubah sikap saya.

Sepulangnya dari retret, saya bicarakan hal ini dengan istri saya. Untuk masa depan anak, saya siap untuk malu. Jadi kami membicarakannya lagi dengan kakak ipar. Prosesnya berjalan cukup baik. Anak saya kemudian mendaftar, dites dan bisa diterima di SD A. Puji Tuhan.

Yang paling membahagiakan adalah bahwa pendidikan anak saya juga ada dalam tangan Tuhan. Terpujilah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

18 February 2009 Posted by | Kesaksian | Leave a comment