Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

Indahnya Pengampunan

Oleh  Pastor Felix Supranto, SS.CC

 

“Romo, sampaikan kesaksian kami kepada banyak makluk insani sehingga mereka merasa diberkati”.  Itulah  permintaan dari sepasang suami istri  yang mengikuti retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati baru-baru ini. Mereka mengalami kasih Ilahi sehingga ingin berbagi kepada keluarga-keluarga Kristiani.

Pada awalnya mereka tidak ada niat di hati untuk mengikuti retret ini. Mereka hanya ingin memuaskan hati temannya yang mengajaknya mengikuti retret ini agar rumah tangganya dipulihkan kembali. Sang istri mau menjalani retret ini karena istri dipisahkan dengan suami. Dengan cara ini, ia bisa ngrasani (ngomongi) suami dengan sepuas hati. Sang suami pun mengikuti retret ini sekedar membuntuti istri dengan topeng suci. Akan tetapi, kuasa Allah tidak bisa dibatasi.  Kuasa Allah bekerja dalam segala situasi.

Kesucian pernikahan mereka telah dinodai dengan perselingkuhan suami. Perselingkuhan sang suami dengan pembantu rumah tangganya sendiri tertangkap basah oleh istri. Hati sang istri terluka sekali. Tidak ada kata “maaf” sampai mati. Ia ingin lari ke gunung yang tinggi agar tidak  dicari. Ia mempertahankan perkawinannya ini hanya demi anak-anak yang membutuhkan “papi”, walaupun ia harus makan hati. Ia tidak sudi berkomunikasi karena muak melihat muka suami. Situasi rumah tangga sudah menjadi seperti api neraka di bumi. Pertengkaran terjadi setiap hari.  Pertengkaran yang berakar dari kecurigaan. Istri tidak akan percaya lagi dengan suami. Suami diam-diam memata-matai istri. Ia takut istrinya membalas perbuatannya selama  ini. Setiap malam ia memeriksa handphone istri untuk melihat apakah ada  kata-kata “romantis” dari pria lain yang mengungkapkan “jatuh hati”. Kecurigaan telah melenyapkan kenyamanan hati. Mereka mau berteriak, tetapi  tenggorokannya seakan-akan tersumbat. Mereka pingin menjadi orang gila sehingga tidak merasakan  penderitaan ini. Dalam doa pemulihan dan adorasi, mereka merasakan sebungkah es pelan-pelan melelehi hati. Air mata pun tertumpah di pipi. Mereka saling memandang, tetapi tidak ada yang berani mengatakan “maaf” karena gengsi. Getaran handphone yang hampir bersamaan di dalam saku celana mereka telah mengubah keadaaan. Tak terduga getaran handphone itu berisi SMS dari puterinya yang berumur tujuh tahun : “Papi dan mami, jangan lupa besok ulang tahunku ! Aku tak mau tas baru sebagai hadiah ulang tahunku. Janji ya….. sebagai hadiah ulang tahunku adalah papi dan mami tidak boleh bertengkar lagi !”.  SMS dari anak kecilnya ini mampu membuat mereka tersenyum. Senyuman membawa mereka pada pembaharuan janji pernikahan. Janji pernikahan membuat mereka berjalan sambil berangkulan dengan meninggalkan aku bengong  sendirian di kamar makan ha…. ha…..ha….

Pengampunan tidak pernah rugi. Tanpa pengampunan, aku rugi sendiri. Menyimpan kesalahan membikin sakit hati, batin tertekan, perasaan tidak nyaman, muka muram, dan senyuman menjadi hambar.  Sikap menjadi seperti macan yang siaga dan siap menyerang. Aku pernah melayangkan sebuah surat ke bossku agar menangani rekanku secara manusiawi. E…e….e….  bukannya rasa terimakasih, malah menjadi belati.  Gara-garanya surat itu diforward ke sana kemari. Aku tertunduk sedih dalam pengadilan mini. Tak ada satu kata pun keluar dari mulutku untuk membela diri karena aku yakin tidak ada yang dapat dipercayai lagi. Waktu akhirnya menunjukkan bahwa aku benar, tetapi sudah terlambat. Suasana sudah runyam. Trauma sudah mengkristal dalam jiwa. Pertemuan dengan teman-teman bukanlah berkat, tetapi beban “apalagi yang mau diserang”.  Pengalaman akan pengampunan dari pasutri tadi menjadi motivasi bagiku untuk memaafin dengan bantuan rahmat ilahi. Pengampunan akan memulihkan perasaan tidak nyaman menjadi menyenangkan. Trauma pun akan hilang. “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolese 3:13).  Tuhan memberkati.

27 May 2011 - Posted by | Kesaksian

6 Comments »

  1. Mohon penyelamatan perkawinan

    Comment by Lusi | 3 April 2012 | Reply

    • (ibu ini sudah dihubungi tim konsultasi Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati)
      terima kasih

      Comment by priasejatikatolik | 26 April 2012 | Reply

  2. Mohon Pemulihan keluarga kami…….

    Comment by nana | 2 October 2012 | Reply

    • (kepada Ibu ini sudah kami berikan contact number para pembina kami untuk bisa berkonsultasi lebih lanjut)
      terima kasih

      Comment by priasejatikatolik | 3 October 2012 | Reply

  3. Mohon penyelamatan perkawinan

    Comment by anceilia | 10 June 2013 | Reply

    • (kepada Ibu ini sudah kami berikan contact number para pembina kami untuk bisa berkonsultasi lebih lanjut)
      terima kasih

      Comment by priasejatikatolik | 11 June 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: