Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

Seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati (24/10/10)

Dengan semakin meningkatnya kejadian perceraian di keluarga Katolik akhir-akhir ini di mana perkawinan dan hidup berkeluarga banyak sekali mengalami tantangan dan godaan, diperlukan suatu hubungan/komunikasi yang baik antara suami dan isteri. Selain itu pendampingan dan pembekalan untuk keluarga-keluarga Katolik merupakan suatu kebutuhan yang semakin mendesak. Maka pada hari Minggu tanggal 24 Oktober 2010 Kategorial Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati yang bernaung di bawah Seksi Kerasulan Keluarga (Paroki Santa Monika – BSD – Tangerang – Banten) mengadakan seminar untuk pertama kalinya di Paroki Santa Monika. Acara yang dimulai jam 8.00 dengan misa yang dipimpin oleh Pastor Soepandoyo OSC kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ibu Nanik Purwoko selaku pendamping Seksi Kerasulan Keluarga.

Dalam kata sambutannya Ibu Nanik mengucapkan selamat kepada Kategorial Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati yang telah diterima secara resmi di paroki St. Monika. Beliau juga berharap agar keberadaan kategorial ini benar-benar bisa menjadi garam bagi umat paroki St Monika yang sebagian besar adalah pasangan muda yang masih rentan terhadap berbagai badai dan kesulitan-kesulitan dalam membina bahtera keluarganya.

Seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati ini terdiri dari 5 sesi yang dimulai dari jam 8.00 sampai jam 19.00. Walaupun acara cukup padat disertai hujan yang lebat, namun semua peserta tetap menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi. Tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan sebelum acara selesai. Selama sesi 1-4 peserta pria dan wanita dipisahkan ruangannya agar pembahasan materi dan sharing kelompok dapat dilakukan dengan lebih bebas, tidak terdengar oleh pasangannya dan lebih terbuka karena peserta wanita dimentori wanita dan begitu pula sebaliknya pada peserta yang pria.

Pastor Pandoyo yang membawakan materi sesi ke 3 dengan judul “Aku Ciptaan Tuhan Yang Unik” antara lain menyampaikan bahwa di paroki kita sudah ada tambahan wadah berupa Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati untuk memberdayakan keluarga, maka mari kita wujudkan wadah ini menjadi oase di mana banyak keluarga memperoleh manfaat dari keberadaannya.

Di dalam seminar ini suami istri diajak untuk melakukan refleksi atas hidup perkawinan mereka selama ini apakah sudah sesuai dengan firman Tuhan misalnya tentang kesetaraan suami-istri dan pembagian tanggung jawab di antara mereka. Di masyarakat kita masih terdapat suatu anggapan bahwa yang bertanggung jawab untuk mendidik anak adalah istri sedangkan suami mencari nafkah saja. Sehingga kalau anaknya bermasalah yang disalahkan adalah ibunya. Di seminar ini diingatkan bahwa suami diharapkan mengambil peran sebagai: a) imam: membawa anggota keluarganya mendekat ke Tuhan dengan berdoa bersama, sharing iman dan lain-lain, b) nabi: membawa firman Tuhan kepada keluarga dan c) raja: yang paling bertanggung jawab atas baik buruknya keluarga. Sedangkan istri diharapkan menjadi penolong yang sepadan bagi suaminya dan saling mengisi dalam segala bidang.

Di dalam menghadapi kerasnya godaan kehidupan modern saat ini hendaknya suami dan istri selalu mengingat moto perekat suami istri yang bunyinya: Engkau adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan bagiku! Walaupun engkau jelek (entah fisik maupun kelakuan) dan sering kali menyebalkan namun engkau adalah hadiah dari Tuhan bagiku! Para suami istri juga diingatkan untuk lebih murah hati memberi maaf kepada pasangannya, bahkan harus mendoakan serta menolong pasangannya yang sudah terperosok ke kubangan dosa untuk kembali ke jalan yang benar.

Selain sesi pengajaran, acara diselingi dengan sharing kelompok yang didampingi oleh fasilitator di setiap kelompok yang terdiri dari 3 peserta dan 1 fasilitator. Para peserta sangat antusias mengikuti sharing kelompok yang kadang-kadang menyangkut persoalan yang cukup pribadi, namun dapat disharingkan dengan terbuka. Tampaknya peserta cukup memahami dan mempraktekkan ungkapan: Keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Dan mereka juga ingin aktif berubah sesuai dengan moto: Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi suatu perubahan.

Setelah sesi ke 5 peserta pria dan wanita bergabung kembali untuk selanjutnya mengikuti doa pemulihan keluarga. Pada saat doa pemulihan keluarga suasana sangat tenang dan cukup banyak pasangan yang terlihat terharu, lega dan ceria.

Berhubung materi retreat Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati yang biasanya diberikan selama dua hari namun pada kesempatan ini waktu yang tersedia hanya satu hari, maka sesi 6, 7, dan 8 yang belum dibahas di seminar ini dilanjutkan pembahasannya pada tiga hari Rabu tanggal 27 Okt, 3 Nov dan 10 Nov di aula gereja Santa Monika jam 19.30-21.30 dalam bentuk pengajaran dan sharing. Dan sebagai follow up dari retreat/seminar ini, pada setiap Rabu, jam 19.30-21.30 diadakan PI (pendalaman iman) bagi seluruh alumni seminar/retreat maupun umat yang belum ikut seminar namun ingin bergabung. Panitia juga akan mengadakan retreat yang sama pada sekitar bulan Feb 2011 (kontak Eski 0818404535).

Bagaimana tanggapan dari peserta setelah mengikuti seminar ini? Seorang peserta pria (EL) dari paroki Santa Monika memberikan kesaksian sebagai berikut: “Kita sering tidak sadar, bahwa banyak hal-hal kecil yang kita lakukan selama ini salah, atau mungkin karena sudah terlalu sering kita lakukan sehingga kita merasa tidak berdosa, padahal dosa tetaplah dosa. Untuk itu diperlukan seminar-seminar semacam ini untuk menyentil (dan kalau perlu) menampar kita yang sering tidak sadar telah berbuat kesalahan. Selain itu kesaksian-kesaksian dari para pembicara seminar yang berupa pengalaman pribadi dan pergulatan hidup mereka sendiri sungguh membuka mata kita terhadap hal-hal yang tadinya kita sepelekan dan kita anggap bukan dosa. Kesaksian-kesaksian tersebut juga menguatkan kita yang menghadapi masalah yang serupa.”

Peserta lain, seorang pria (G) dari Mathias Rasul mengatakan: “Secara perlahan dan ajaib Tuhan memulihkan keluarga kami. Salah satu seminar yang kami ikuti adalah Seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati. Seminar ini sangat memberkati keluarga kami sehingga saat badai besar melanda keluarga kami, iman dan sendi-sendi kehidupan keluarga kami tidak runtuh. Sebaliknya badai besar malah membuat kehiduapan iman & keharmonisan rumah tangga kami semakin kuat. Untuk teman-teman yang belum pernah ikut seminar Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati, mari alami pemulihan dan lawatan Tuhan dalam kedua Retreat ini.” (dmh)

Oleh: Gunawan Halim T.
Penulis adalah warga Lingkungan St. Yustinus

Sumber: Majalah Komunika (Komunikasi Umat Monika) Nov-Des 2010

20 January 2011 - Posted by | Kesaksian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: