Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

[Renungan untuk suami] TOLONG VS BANTU

https://priasejatikatolik.files.wordpress.com/2013/05/f804d-dating_hubby_wife_01.jpgApa sih bedanya “tolong” dengan “bantu”? Kalau kita beli beras sekarung di supermarket, kemudian pelayannya datang mengangkat dan memindahkan beras dari rak ke troli kita, pelayan itu menolong kita atau membantu kita ya?🙂

Kalau misalnya pelayan tadi diam-diam saja padahal dia melihat kita ingin membeli beras tersebut, mungkin kita akan bilang padanya, “Mas, bisa tolong bantu angkatin beras ga?” Jadi kita menggunakan kata “tolong” dan “bantu” dalam satu kalimat secara bersamaan.

Perbedaan yang agak jelas adalah kita mempekerjakan “pembantu rumah tangga” di rumah, bukan penolong rumah tangga. Kalau di perusahaan ada istilah “Asisten Manager” yang kurang lebih terjemahannya adalah “pembantu manajer”, bukan “penolong manajer”.

Kapan kita menyebut seseorang adalah penolong? Dokter yang merawat dan menyembuhkan kita di rumah sakit, kelihatannya lebih cocok disebut sebagai penolong daripada sebagai pembantu kita🙂
Kalau kita mengalami kecelakaan sepeda motor di jalan sehingga kita jatuh dan sulit bergerak, dan kemudian ada orang yang membawa kita ke tepi jalan bahkan ke rumah sakit, orang tersebut layak kita sebut sebagai penolong.

Perbedaan yang tegas antara penolong dan pembantu adalah dalam hal tanggung jawabnya. Seorang penolong bertanggung jawab atas orang yang ditolongnya. Sedangkan di dalam hubungan kita dengan orang yang membantu kita, tanggung jawabnya ada pada diri kita. Jadi kalau bisa digambarkan di kertas, posisi seorang penolong adalah di atas orang yang ditolong, sedangkan posisi seorang pembantu adalah di bawah orang yang dibantu.

Misteri kata tolong dan bantu ini membawa kita kepada Kejadian 2:18 yang di situ tertulis “Tuhan Allah berfirman: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Ketika Tuhan menciptakan Hawa, Tuhan ternyata tidak menciptakan seorang pembantu, melainkan seorang penolong bagi Adam. Yang berarti bahwa istri anda, Tuhan berikan, sebagai penolong anda, bukan pembantu anda. Istri anda bertanggung jawab atas anda.

Sebagai seorang pria, tentu saja anda memiliki kelebihan-kelebihan dibanding istri anda. Anda lebih kuat daripada istri anda. Anda umumnya lebih logis daripada istri anda. Tapi seorang pria memiliki juga kelemahan-kelemahan, baik karakter maupun mental (berbeda-beda antara satu pria dengan pria yang lain). Tuhan tahu itu. Itu sebabnya Tuhan sediakan seorang penolong bagi kehidupan anda, yaitu istri anda.

Istri anda dalam banyak hal mewakili kehadiran Tuhan secara fisik di dunia. Dia memperhatikan anda ketika anda lelah. Dia yang paling kawatir ketika anda sakit. Dia mendampingi anda ketika anda dalam masalah.

Kalau anda bisa hormat kepada dokter yang menolong anda, kalau anda bisa hormat pada orang yang menolong anda di jalan, anda harus bisa hormat juga pada istri anda. Istri anda adalah penolong anda, seorang yang mau bertanggung jawab atas diri anda.

Salam,
Julius Saviordi
24 Mei 2013
www.priasejatikatolik.wordpress.com

30 May 2013 - Posted by | Artikel dan Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: