Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

[Renungan kristiani untuk suami] Suami Yang Bete

https://i1.wp.com/alterimaging.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/alg_man_bored.jpg

“ilikitik… ilikitik…. koq diam saja
ilikitik… ilikitik …. koq kaya arca
susah amat ajak bicara
susah amat ajak bercanda
apalagi ajak dia untuk tertawa…..”

Demikianlah lirik lagu yang dibawakan oleh seorang artis cilik di masa lampau. Mungkin lagu tersebut anda nyanyikan juga pada masa itu. Sekarang anda sendiri yang menjadi orang yang menjadi objek lagu tersebut. Susah diajak bicara, susah diajak bercanda. Bawaannya stress melulu😦

Pulang kerja pasang muka masam. Soalnya kalau di tempat kerja harus seharian pasang muka manis. Jadi, keluar dari tempat kerja….. bebas…. boleh menjadi diri sendiri…. yang sayangnya, lebih suka bermuka datar. Dan kalau bisa, sampai di rumah, jangan ada yang ganggu. Semalaman. Sampai waktu tidur.

Pernah ga pada saat anda bete begitu, istri anda ngajak bicara? Pernah ya. Bahkan sering, mungkin.
Kalau pada saat seperti itu, apa yang anda pikirkan? “MENGGANGGU. Memangnya ga liat ya kalau aku lagi bete?”
Sekarang coba ingat-ingat lagi. Pernah ga karena habis berselisih paham, anda tidak bisa bicara dengan istri? Komunikasi terputus. Walaupun anda bicara bermanis-manis, istri anda tetap mendiamkan.

Ya… kedua situasi tersebut sama jeleknya ya. Pada saat anda tidak bisa bicara dengan istri, anda menjadi korban. Pada saat anda tidak ingin diajak bicara, istri anda yang jadi korban. Dalam kedua situasi ini, suami dan istri lupa dengan lagu-lagu cinta yang pernah dinyanyikannya bersama.

Mari kembali lagi kepada situasi bete yang anda alami. Memang anda berhak bete. Anda berhak punya hati datar. Tapi harus diingat, bahwa istri anda berhak untuk mendapat perhatian juga.

Apakah istri anda selalu menjadi putri manis yang mengajak anda bicara? Tidak kan ya. Jadi moment-moment di saat istri anda begitu terbuka, mau bicara dengan anda, adalah moment yang patut disyukuri. Bersyukur karena istri anda sedang dalam suasana hati yang baik.

Hendaknya kita selalu ingat dengan firman ini.
“Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” Efesus 5:33

Walaupun hati lagi bete, ketika istri butuh perhatian, kita wajib memberikan waktu dan perhatian kita padanya. Suasana harmonis perlu dijaga oleh kedua belah pihak. Jangan sampai ketika istri anda merasa begitu harmonis dengan anda, malah anda sakiti hatinya dengan men-cuek-kannya.

Jadilah suami kesayangan istri senantiasa. Tuhan Yesus memberkati keluarga anda.

Salam,
Julius Saviordi (7 Sept 2013)

9 September 2013 - Posted by | Artikel dan Renungan

1 Comment »

  1. Amin. Suami adalah “kepanjangan terang Kristus” maka akan berusaha menciptakan suasana nyaman utk keluarganya.

    Comment by petrus lazarus | 28 January 2014 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: