Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

Testimoni peserta retret

saya baru saja ikut PSK tgl 8-9 mei 2010 kemarin..Luar biasa…saya ikut sendiri , next yg november, saya mau ajak pasangan saya…Terima kasih Bapa Putera dan Roh kudus..Mohon doa dan dukungan agar dapat tetap berjalan dalam jalanMU..

Yohannes Jonny (diambil dari Facebook)


Setelah saya mengikuti acara Retreat Pria Sejati Katolik 8-9 agustus ’09 yl , saya merasa semakin dekat & percaya pada JESUS….

Widi Soehadi (diambil dari Facebook)

15 May 2010 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Meng-entertain harus ke hiburan malam?

Sebagai seorang pengusaha, dulu saya tidak merasa masalah dengan kebiasaan di dunia bisnis, yaitu meng-entertain customer atau tamu dari luar ke tempat-tempat hiburan malam. Saya pikir memang begitulah harusnya kita melayani mereka. Mulanya saya memang cuma mengantar, kemudian toleran ikut sedikit-sedikit dan akhirnya terbiasa juga. Seminggu bisa 2 kali acara meng-entertain ini.
Sekitar 2 tahun lalu saya mengikuti KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi) dan mulailah pertentangan batin terjadi, sampai akhirnya saya mengikuti retret Pria Sejati Katolik. Di dalam retret ini kami ber-sharing dengan teman-teman sekelompok. Di dalam sharing, saya mendapat peneguhan dari Tuhan, lewat teman sekelompok saya, bahwa ‘Bukan apa yang masuk yang menajiskan, tetapi apa yang keluar dari kitalah yang menajiskan’.
Pergumulan saya adalah apakah saya tetap meneruskan kebiasaan ini atau meninggalkannya. Bagaimana nanti jika saya tidak meng-entertain mereka? Customer saya mungkin kecewa dan meninggalkan saya.
Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan kebiasaan ini. Saya masih melayani customer jika cuma sekedar lunch, dinner atau golf. Tapi jika sudah jam 8 malam, saya akan pamit, dan terserah apa kata mereka.
Tadinya saya pikir mungkin sikap saya ini akan mengurangi omset, tapi Puji Tuhan, ternyata tahun lalu, di saat orang-orang krisis, perusahaan saya tetap sukses. Prinsipnya sederhana saja: Jika kita makin dekat Tuhan, Tuhan akan memberikan berkat-berkatNya bagi kita.

(Kesaksian dari seorang alumni retret Pria Sejati Katolik)

15 May 2010 Posted by | Kesaksian | 2 Comments

Camp Pria Sejati Katolik & Wanita Diberkati 8-9 Mei 2010

Camp berikutnya 8-9 Mei 2010:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 April 2010 Posted by | Agenda | 1 Comment

Istri dan anak-anak mau mengampuni

Panitia Retreat PSK sungguh sangat bersukacita saat menerima sms dari salah satu peserta retreat Pria Sejati Katolik berikut ini: “Sungguh luarr biasa pak, thank You Yesus, benar2 kasih Nya mengalir indah, istri, anak2ku mau mengampuni dan sudah 2 hari ini penuh kasih, entah kemana emosiku, egoku hilang, yang ada kasih, dan sudah mulai baca alkitab bersama, betul2 indah kasih Tuhan, Thank you, Thank You Yesus”

18 August 2009 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Camp Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati 8-9 Agustus 2009

Camp Pria Sejati Katolik 8-9 Agustus 2009:

PriaSejatiKatolikAgt2009

Camp Wanita Diberkati 8-9 Agustus 2009:

WanitaDiberkatiAgt2009

16 July 2009 Posted by | Agenda | 1 Comment

Lagu “Pria Sejati Katolik”


PRIA SEJATI KATOLIK

Do= C 4/4 Tempo=Slow

Saat kurenungkan dosa yang kubuat
Kumalu padaMU, TUHAN
Tetapi kasihMU tak lepas dariku
KAU panggil dan ampuniku

KAU ajarku semua yang baik
Hidup sesuai t’ladanMU
Lebih mengasihi keluargaku
S’bagai raja-imam-nabi

TUHANku, jadikan aku
Berkat bagi kluargaku
Layakkan aku menjadi
PRIA SEJATI KATOLIK

Catatan: diperdengarkan pertama kali di pertemuan PSK 27 Mar 2009

16 April 2009 Posted by | About, Lagu | 1 Comment

Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan

Setiap Jumat malam pk. 19.30-22.00, di Boulevard P3, BSD diadakan pertemuan para alumni Camp Pria Sejati Katolik. Di dalamnya ada firman yang dibawakan oleh para hamba Tuhan dan diakhiri dengan sharing di antara para alumni. Sharingnya tentu saja beragam. Banyak yang memberikan kesaksian akan kasih Tuhan dan  ada yang menyampaikan hasil perenungannya melewati peristiwa di hidupnya.

Di dalam satu pertemuan, dibahas tentang “Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan”. Setiap alumni menyampaikan apa yang sudah berubah di hidupnya setelah mengikuti Camp Pria Sejati Katolik. Puji Tuhan, di dalam sharingnya para alumni menyampaikan perubahan-perubahan yang berarti dalam hidupnya. Misalnya: tidak lagi berjudi, tidak lagi bermain wanita, tidak lagi merokok, pulihnya hubungan dengan mertua, terpanggil untuk melayani, memperhatikan pendidikan rohani anak, dll.

Sebagai manusia biasa tentunya sulit untuk mencapai perubahan-perubahan tersebut. Tapi oleh kasih dan kekuatan dari Roh Kudus saja semuanya itu bisa terjadi. PUJI TUHAN atas campur tangannya memulihkan kesejatian para pria katolik.

24 March 2009 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Keluarga kami dipulihkan 110%

Dalam salah satu camp, ada kesaksian dari seorang bapak yang pernah mengikuti camp Pria Sejati Katolik periode sebelumnya. berikut sebagian kesaksiannya:

“Dulu saya melihat bahwa hubungan seks suami istri itu hanya suatu hak dan kewajiban saja. Hak saya untuk meminta dan kewajiban istri untuk memenuhi permintaan saya. Setiap kali saya melakukan hubungan dengan istri saya, tidak pernah sekalipun saya bertanya kepadanya apakah dia merasa terpuaskan atau tidak. Yach pokoknya saya selesai artinya selesai. Hal ini yang membuat komunikasi kami semakin lama semakin berkurang, terutama kehangatan dan intensitas kami untuk meluangkan waktu bersama-sama.

Tanpa disadari, dengan adanya UANG ditangan, malah membuat ketidakharmonisan kami di rumah sebagai alasan untuk mencari kehangatan di luar. Semakin sering saya melakukannya di luar, semakin tidak berdaya saya saat “berhadapan” dengan sang istri. Intensitas kami yang tadinya saat awal pernikahan begitu dahsyatnya, saat itu bahkan bisa dibilang tidak tersisa. Saya seolah semakin terperosok dan terperosok lebih dalam lagi, dan bahkan sudah mulai mengkonsumsi obat kuat berbagai merek untuk menunjukkan bahwa saya masih lelaki sejati, lelaki tulen.

PUJI TUHAN, melalui berbagai rintangan, hati saya tergerak oleh undangan seorang teman untuk mengikuti Camp Pria Sejati Katolik. Puji Tuhan juga, istri saya juga berkenan untuk mengikuti camp Wanita Diberkati. Singkat cerita, melalui Camp Pria Sejati Katolik dan Camp Wanita Diberkati ini, keluarga kami boleh dipulihkan. Bahkan dipulihkan 110% oleh Tuhan.

Saat ini, kami berdua bagaikan pasangan “pengantin baru” yang nempel terus… komunikasi kami semakin lancar bahkan lebih lancar dibanding dahulu. Dengan anak-anak juga kami mengalami banyak pemulihan. Kami sudah dapat meluangkan waktu kami untuk bersama-sama paling tidak 2x dalam 1 minggu untuk melakukan doa malam bersama-sama dan melakukan aktivitas rohani bersama-sama pula.

Sungguh karya TUHAN dalam membuka mata kami (mata saya terutama) sangat dahsyat. Pria Sejati Katolik tidak membutuhkan obat-obat kuat, Pria Sejati Katolik, tahu cara mengelola berkat/uang yang telah diberikan oleh Tuhan dengan semestinya. Pria Sejati Katolik adalah IMAM dalam keluarga.

Saya bersyukur dan berterima kasih kepada para pengurus/panitia Camp ini, yang telah memberikan waktu dan kesempatan bagi saya untuk bersaksi di hadapan para Calon PRIA SEJATI KATOLIK. Harapan saya, semoga dengan sharing saya ini, bapak-bapak sekalian dapat mensyukuri wujud kita sebagai Laki-laki, dan terlebih, kita semua BERANI untuk mengambil pilihan, menentukan langkah, untuk berbalik menuju kebenaran, bukan sekedar menjadi lelaki, melainkan menjadi PRIA KATOLIK yang SEJATI.

Demikian sharing saya, Tuhan memberkati.

123 Yes Yes Yes….. ”

{Jika kita punya HUBUNGAN dengan TUHAN selalu baik, kita akan kuat menghadapi berbagai TANTANGAN serta memiliki KARAKTER yang baik dan menjadi BERKAT bagi banyak orang di sekitar kita- PSK Gratia, 24 Februari 2009}

24 February 2009 Posted by | Kesaksian | 2 Comments

Pendidikan anak saya di tangan TUHAN

Di dalam retret Pria Sejati Katolik, Tuhan menyentuh kita dengan berbagai cara dan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Secara khusus di retret terakhir Tuhan mengingatkan rencanaNya atas pendidikan anak saya.

Tahun ini anak kedua saya akan masuk SD. Di lingkungan kami, sekolah yang terdekat adalah SD A. Anak pertama kami sekolah di situ dan sekarang sudah SMP di sekolah A juga. Pendidikan di sana kami nilai baik dan tidak memberatkan anak di dalam pelajarannya. Sayangnya uang pangkal dan uang sekolah di SD A adalah termasuk yang tinggi. Puji Tuhan, anak pertama saya disubsidi pamannya.

Karena ekonomi keluarga kami sedang krisis, saya merencanakan anak kedua saya masuk SD B saja, walaupun jaraknya lebih jauh dan ada kekurangan lain (menurut pertimbangan kami). Sebenarnya kakak ipar saya sudah menawarkan untuk subsidi anak kedua saya untuk masuk SD A, tapi dengan halus saya menghindari membicarakannya. Rasanya malu kalau sekolah anak harus disubsidi dua-duanya.

Di retret Pria Sejati Katolik, Tuhan mengingatkan saya bahwa masa depan anak saya ada di dalam tanganNya. Saya jadi sedih karena saya sudah membelokkan rencana Tuhan dengan menolak berkat (berupa subsidi pendidikan) yang Tuhan berikan. Kesombongan saya, yang tidak bersedia disumbang oleh saudara, bisa membelokkan rencana Tuhan dalam pendidikan anak kedua saya. Saat itu saya menyesal dengan ketinggian hati saya dan berniat mengubah sikap saya.

Sepulangnya dari retret, saya bicarakan hal ini dengan istri saya. Untuk masa depan anak, saya siap untuk malu. Jadi kami membicarakannya lagi dengan kakak ipar. Prosesnya berjalan cukup baik. Anak saya kemudian mendaftar, dites dan bisa diterima di SD A. Puji Tuhan.

Yang paling membahagiakan adalah bahwa pendidikan anak saya juga ada dalam tangan Tuhan. Terpujilah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

18 February 2009 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Terhindar dari perceraian

Dear All,

Pertama-tama kami ucapkan HAPPY VALENTINE untuk para PRIA SEJATI KATOLIK., tentunya sebagai PRIA SEJATI KATOLIK, kasih Sayang tidak hanya kita tunjukkan saat hari velentine bukan? he..he..

Update kali ini, saya mau sharingkan sedikit, kesaksian yang “sungguh menggetarkan” seluruh peserta yang hadir dalam KRK tadi pagi.

Sharing ini dibawakan oleh salah satu pasutri. Inti Sharing adalah menjawab pertanyaan: 1) Apa sebab ikut CAMP Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati (bagi para istri) dan 2) apa hasilnya ?

Isi Sharing menceritakan bahwa saat pasutri tersebut mengikuti retreat ini, kondisi sebenarnya dalam rumah tangga mereka adalah dalam kondisi “hancur” dimana sdh 3 minggu mereka tidak saling bertegur sapa, dan bahkan sudah keluar kata-kata kutuk/negatif yaitu permintaan untuk melakukan CERAI.

Namun Tuhan baik, mereka “tergerak” untuk memperbaiki hubungan mereka dengan mengikuti kedua Camp ini bersamaan.

Sesi demi sesi rupanya membuat pasutri ini semakin menyadari Hak dan Tanggung jawab sebagai seorang SUAMI dan Istri secara benar dimata TUHAN.

Puji Tuhan, setelah mengikuti camp ini, pasutri ini merasa sangat terberkati dan komunikasi mereka yang “hilang” telah ditemukan kembali, Sang Ayah dapat “KEMBALI” menjadi IMAM dalam keluarga dengan memimpin DOA Malam bersama dan kebersamaan dalam keluarga semakin terbangun positif.

Puji Nama Tuhan,

Seluruh Panitia Camp merasa mendapat “Suntikan” baru mendengar kesaksian-kesaksian seperti ini.
Dari yang HANCUR, menjadi diPULIHkan

inilah yang membuat kami semua bersemangat untuk semakin menyebarkan informasi mengenai PRIA SEJATI KATOLIK ini, agar semakin banyak keluarga, pasangan suami istri dan juga kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinannya, mampu menjadi keluarga-keluarga KAtolik yang HANDAL dimata Tuhan.

Tuhan memberkati,

GP

17 February 2009 Posted by | Kesaksian | 3 Comments