[Renungan kristiani untuk suami] Diam-diaman dengan Istri
Di sebuah stasiun televisi swasta ada acara “TAHAN TAWA”. Para peserta di dalam acara tersebut mendapat tantangan yang unik. Mereka harus bisa menahan ketawa selama acara berlangsung. Sementara itu, panitianya sudah menyediakan berbagai hal lucu untuk memancing para peserta untuk ketawa.
Para peserta menggunakan berbagai cara untuk menjaga emosi mereka supaya tidak keluar ketawanya. Ada yang memonyongkan mulutnya. Ada yang menggelembungkan pipinya. Ada yang memeletot-meletotkan bibirnya.
Continue reading
[Renungan untuk suami] TOLONG VS BANTU
Apa sih bedanya “tolong” dengan “bantu”? Kalau kita beli beras sekarung di supermarket, kemudian pelayannya datang mengangkat dan memindahkan beras dari rak ke troli kita, pelayan itu menolong kita atau membantu kita ya? 🙂
Kalau misalnya pelayan tadi diam-diam saja padahal dia melihat kita ingin membeli beras tersebut, mungkin kita akan bilang padanya, “Mas, bisa tolong bantu angkatin beras ga?” Jadi kita menggunakan kata “tolong” dan “bantu” dalam satu kalimat secara bersamaan.
Perbedaan yang agak jelas adalah kita mempekerjakan “pembantu rumah tangga” di rumah, bukan penolong rumah tangga. Kalau di perusahaan ada istilah “Asisten Manager” yang kurang lebih terjemahannya adalah “pembantu manajer”, bukan “penolong manajer”. Continue reading
[Renungan Suami] Tombol-tombol Cinta Istri Anda
Suatu hari minggu anda bersama keluarga berkunjung ke rumah mertua. Di sana mertua mengajak istri dan anak-anak anda ke supermarket. Anda memilih untuk menunggu saja di rumah. Untuk mengusir rasa bosan, anda melihat-lihat rak di bawah TV dan menemukan sebuah DVD film bagus yang belum pernah anda tonton. Anda menyalakan TV dan DVD player. Film mulai berjalan. Tapi anda tidak nyaman dengan bahasa Inggris. Anda ingin memunculkan subtitle (teks) dalam bahasa Indonesia. Repotnya hari itu anda lupa membawa kacamata. Anda tidak tahu tombol mana di remote-nya yang harus ditekan untuk memunculkan teksnya. Anda mencoba satu per satu tombol di remote, sampai akhirnya menemukan tombol yang seharusnya. Suatu tombol gunanya adalah membantu kita, tapi kita harus tahu dulu, tombol mana yang harus ditekan.
Continue reading
[Renungan Suami] Memperhatikan Kepentingan Istri
@TheKakek: cowok yang kuat itu bukan yang bisa bengkokin linggis, tapi yang mampu jadi penopang cewek dikala sedih 😐
Kata-kata di atas diambil dari sebuah tweet yang dituliskan di twitter. Yang menulis seorang pria, yang pastinya dia sendiri tidak bisa membengkokkan linggis 🙂
Tapi penggalan kalimat berikutnya benar adanya. Pria harus bisa jadi penopang wanita di kala sedih.
Para pria sejati tentunya bisa lebih dari itu dong ya. Tidak usah menunggu sang istri sedih. Pria sejati, sebagai ‘pemimpin yang melayani’ bisa melakukan hal-hal super dibandingkan pria-pria biasa. Continue reading
Retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati 6-7 Apr 2013

Untuk memperbesar peta:
tekan Ctrl dan + berkali-kali di browser anda (Mozilla Firefox/ Chrome/ Internet Explorer)
Untuk mengembalikan ke ukuran normal:
tekan Ctrl dan 0 (angka nol)
Praise & Worship khusus pria setiap Senin malam
Kerinduan untuk lebih dekat dengan Tuhan, mendorong kami untuk mengadakan kegiatan Praise & Worship setiap hari Senin malam. Beberapa orang dari kami menyempatkan diri untuk bersekutu di salah satu rumah alumni retret Pria Sejati Katolik.
Untuk lebih mengakrabkan diri, kami adakan bergantian di rumah-rumah anggota yang menyediakan tempatnya untuk kami bersekutu, sehingga bisa saling berkenalan juga dengan istri dan anak-anaknya.
Acaranya didominasi dengan pujian dan penyembahan disertai doa di sepanjang acara.
Selepas acara kami bisa ber-sharing membagikan pengalaman iman kami.
Kami sangat terbuka jika ada kerinduan di hati Anda (para pria Katolik) untuk bergabung dengan kami dalam acara Praise & Worship ini.
Perjuangan untuk lepas dari narkoba
Godaan dunia begitu beragam. Salah satunya adalah narkoba. Seorang alumni retret Pria Sejati Katolik, sebut saja Mr. X, memberikan kesaksiannya tentang pergulatannya dengan narkoba.
Bahkan malam hari sebelum retret dia masih mengkonsumsi narkoba. Puji Tuhan, manusia tidak bisa mengelak dari jamahan Tuhan. Ketergantungannya pada narkoba sudah ditinggalkannya selama 7 bulan terakhir ini sejak setelah mengikuti retret.
Tidak mudah meninggalkan kecanduannya. Biasanya kebutuhan untuk menggunakan narkoba datang di malam hari. Tapi Mr. X mengalahkannya dengan kata-kata iman dan doa supaya tidak sampai memakainya lagi.
Kami di komunitas Pria Sejati Katolik masih tetap mendukung dan mendoakannya agar tetap teguh, tidak kembali ke kehidupan lamanya, dan semakin dekat Tuhan.
Berikut adalah kesaksiannya:
“Saya mantan pengguna narkoba selama 15 tahun. Waktu itu saya diharuskan untuk direhab! Dengan biaya 21 juta dan tinggal di sana 1,5 tahun!
Saya bersyukur saya ikut Retreat Pria Sejati Katolik. Saya boleh dapat kekuatan untuk bisa sembuh. Walau jatuh lagi, tapi saya dikuatkan. Dan saya boleh disembuhkan.
Thank you JESUS! Thank you PSK!”
Sulit menghadapi godaan jika kita menghadapinya sendiri. Tapi bersama Tuhan Yesus junjungan kita, kita akan dimampukan dan memenangkan tubuh, jiwa dan roh kita.















