Pria Sejati Katolik

komunitas terbuka untuk semua pria Katolik

Hidup jujur setelah retret

Setiap hari Rabu pk 19.30-21.30 diadakan Persekutuan Doa khusus pria katolik di Gereja St. Monika, BSD, Serpong (terbuka juga bagi para pria katolik dari luar paroki). Di dalam persekutuan doa ini para pria, baik yang pernah mengikuti retret maupun yang belum pernah mengikuti retret Pria Sejati Katolik, diberi kesempatan untuk bersharing dan saling menguatkan. Berikut ini adalah kesaksian dari seorang Bapak dalam salah satu persekutuan doa di hari Rabu.

Setelah mengikuti retret Pria Sejati Katolik, Bapak ini merasakan dorongan yang sangat kuat untuk hidup jujur. Selama 20 tahun terakhir, bisnisnya yang berupa bengkel las, menggunakan listrik tanpa membayar iuran. Dulu waktu pemasangan, dibantu oleh orang yang mengerti untuk mengatur supaya listriknya tidak menggunakan meteran. Kalau ada pemeriksaan, Bapak ini cukup membayar sejumlah uang supaya tidak perlu membayar tunggakan yang seharusnya.

Kehidupan rohani Bapak ini cukup baik dan bisa aktif dalam pelayanan. Dipikirnya bahwa hidupnya baik-baik saja.

Sampai pada saat Tuhan menyadarkannya dalam retret Pria Sejati Katolik, bahwa seorang pria sejati, hidupnya harus jujur di hadapan Tuhan. Dengan memberanikan diri Bapak ini mengurus untuk pemasangan meteran listrik. Walaupun dihadapi resiko harus membayar tunggakan yang sangat besar (karena sudah 20 tahun tidak membayar), dia mendatangi kantor PLN. Puji Tuhan, kesediaannya mendaftarkan diri, dihargai sebagai perbuatan jujur oleh petugas, sehingga tidak dikenakan denda sama sekali. Akhirnya proses pemasangan meteran berjalan lancar dengan biaya yang wajar.

Bapak ini sekarang lega bisa meninggalkan ketidakjujurannya dan hidup semakin berkenan di mata Tuhan, semakin menjadi pria yang sejati.

18 May 2012 Posted by | Kesaksian | Leave a comment

Testimoni dari Romo dan seorang peserta Wanita Diberkati

Secara pribadi saya menemukan ada pencerahan iman yang mendalam tentang hidup sebagai pria sejati. Imam haruslah seorang pria sejati.
(Romo Yanus CSSR di Sumba; setelah membantu melayani sakramen rekonsiliasi di Men’s Camp 2012 di Ciawi)

 

Saya telah mengikuti retret di mana-mana, tetap belum bisa mengampuni suami saya. Tapi dengan mengikuti retret Wanita Diberkati  ini, saya akhirnya bisa mengampuni suami saya. Saya menyesal kenapa dari dulu nggak ikut retret ini 🙂
(Seorang peserta Retret Wanita Diberkati yang bertahun-tahun depresi berat dan nyaris bunuh diri setelah tau suaminya berselingkuh)

18 May 2012 Posted by | Kesaksian | 2 Comments

Retret Pria Sejati Katolik 21-22 Juli 2012

Menjadi Pria Perkasa adalah Biasa, menjadi Pria Sejati Katolik adalah Luar Biasa.

Diutamakan bagi yang akan/sudah menikah.

Angkatan XIII: 21-22 Juli 2012

MDC Mega Development Center Gadok
Jl. Raya Pasir Muncang Km. 3,5 No. 316
Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Bogor

Registrasi/Daftar ulang pk. 07.30 WIB

Investasi Rp. 495.000

Pembicara:
Rm. Agung Prihartana MSF
Rm. A.Erwin Santoso MSF
Aloysius Yasin
Billy Haryanto
Joppy Taroreh
Achsen Gumelar
Agus Suherman
Boy Rahardja

Keterangan dan pendaftaran:
Eski 0818404535
Anthony 08151671689
Agus S 0816951556
Roland 08161944142

Pembayaran harap ditransfer ke
BCA 6790063315 a/n Fifianti R.
Bukti transfer difax ke 021-73690047 dengan mencantumkan nama & nomor HP

 

26 April 2012 Posted by | Agenda | 5 Comments

Retret Wanita Diberkati 21-22 Juli 2012

Program ini untuk Wanita Diberkati agar keluarganya hidup maksimal menikmati janji-janji Allah.

Diutamakan bagi yang akan/sudah menikah

Angkatan XI: 21-22 Juli 2012

MDC Mega Development Center Gadok
Jl. Raya Pasir Muncang Km. 3,5 No. 316
Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Bogor

Registrasi/Daftar Ulang pk. 07.30 WIB

Investasi Rp 495.000

Pembicara:
Heidi Awuy
Lisna Arifin
Emny June
Edith Witoha
Mia Suharsono
Yvonne Taroreh

Keterangan dan pendaftaran:
Fifi 08129658738
Indah 08161960897
Luci 087878143010
Esther 021-70798802

Pembayaran harap ditransfer ke
BCA 6790063315 a/n Fifianti R.
Bukti transfer difax ke 021-73690047 dengan mencantumkan nama dan nomor HP

26 April 2012 Posted by | Agenda | 1 Comment

Peta Grand Pesona (tempat retret)

22 March 2012 Posted by | Peta Lokasi Retret | 4 Comments

Retret Pria Sejati Katolik 31 Mar-1 Apr 2012

Retret Pria Sejati Katolik akan diadakan:

Sabtu-Minggu: 31 Mar – 1 Apr 2012

Tempat:
Hotel & Bungalow Grand Pesona
Jl. Raya Sukabumi km 16 Cimande Caringin, Bogor

Investasi: Rp. 425.000,-

Pembicara:
Rm Agung Prihartana MSF
Achsen Gumelar
Agus Suherman
Alex Kandou
Boy Rahardja
Joseph Tedjaindra
Billy Haryanto
Joppy Taroreh

Keterangan dan pendaftaran:
Eski 0818404535
Anthony 08151671689
Agus S 0818956762
Roland 08161944142

Pembayaran harap ditransfer ke:
BCA 6030800859
a/n Debby M.G. Pangemanan
Bukti transfer difax ke 021-73690047
dengan mencantumkan nama & nomor HP

2 February 2012 Posted by | Agenda | Leave a comment

Retret Wanita Diberkati 31 Mar-1 Apr 2012

Retret Wanita Diberkati akan diadakan:

Sabtu-Minggu: 31 Mar – 1 Apr 2012

Tempat:
Hotel & Bungalow Grand Pesona
Jl. Raya Sukabumi km 16 Cimande Caringin, Bogor

Pembicara:
Heidi Awuy
Lisna Arifin
Irene Tedjaindra
Esther Kandou
Mia Suharsono
Yvonne Taroreh
Cun Wahono

Investasi: Rp 425.000,-

Keterangan dan pendaftaran:
Fifi 08129658738
Vinna 081298054838
Luci 087878143010
Esther 021-70798802

Pembayaran harap ditransfer ke:
BCA 6030800859
a/n Debby M.G. Pangemanan
Bukti transfer difax ke 021-73690047 dengan mencantumkan nama & nomor HP

2 February 2012 Posted by | Agenda | Leave a comment

Indahnya Pengampunan

Oleh  Pastor Felix Supranto, SS.CC

 

“Romo, sampaikan kesaksian kami kepada banyak makluk insani sehingga mereka merasa diberkati”.  Itulah  permintaan dari sepasang suami istri  yang mengikuti retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati baru-baru ini. Mereka mengalami kasih Ilahi sehingga ingin berbagi kepada keluarga-keluarga Kristiani.

Pada awalnya mereka tidak ada niat di hati untuk mengikuti retret ini. Mereka hanya ingin memuaskan hati temannya yang mengajaknya mengikuti retret ini agar rumah tangganya dipulihkan kembali. Sang istri mau menjalani retret ini karena istri dipisahkan dengan suami. Dengan cara ini, ia bisa ngrasani (ngomongi) suami dengan sepuas hati. Sang suami pun mengikuti retret ini sekedar membuntuti istri dengan topeng suci. Akan tetapi, kuasa Allah tidak bisa dibatasi.  Kuasa Allah bekerja dalam segala situasi.

Kesucian pernikahan mereka telah dinodai dengan perselingkuhan suami. Perselingkuhan sang suami dengan pembantu rumah tangganya sendiri tertangkap basah oleh istri. Hati sang istri terluka sekali. Tidak ada kata “maaf” sampai mati. Ia ingin lari ke gunung yang tinggi agar tidak  dicari. Ia mempertahankan perkawinannya ini hanya demi anak-anak yang membutuhkan “papi”, walaupun ia harus makan hati. Ia tidak sudi berkomunikasi karena muak melihat muka suami. Situasi rumah tangga sudah menjadi seperti api neraka di bumi. Pertengkaran terjadi setiap hari.  Pertengkaran yang berakar dari kecurigaan. Istri tidak akan percaya lagi dengan suami. Suami diam-diam memata-matai istri. Ia takut istrinya membalas perbuatannya selama  ini. Setiap malam ia memeriksa handphone istri untuk melihat apakah ada  kata-kata “romantis” dari pria lain yang mengungkapkan “jatuh hati”. Kecurigaan telah melenyapkan kenyamanan hati. Mereka mau berteriak, tetapi  tenggorokannya seakan-akan tersumbat. Mereka pingin menjadi orang gila sehingga tidak merasakan  penderitaan ini. Dalam doa pemulihan dan adorasi, mereka merasakan sebungkah es pelan-pelan melelehi hati. Air mata pun tertumpah di pipi. Mereka saling memandang, tetapi tidak ada yang berani mengatakan “maaf” karena gengsi. Getaran handphone yang hampir bersamaan di dalam saku celana mereka telah mengubah keadaaan. Tak terduga getaran handphone itu berisi SMS dari puterinya yang berumur tujuh tahun : “Papi dan mami, jangan lupa besok ulang tahunku ! Aku tak mau tas baru sebagai hadiah ulang tahunku. Janji ya….. sebagai hadiah ulang tahunku adalah papi dan mami tidak boleh bertengkar lagi !”.  SMS dari anak kecilnya ini mampu membuat mereka tersenyum. Senyuman membawa mereka pada pembaharuan janji pernikahan. Janji pernikahan membuat mereka berjalan sambil berangkulan dengan meninggalkan aku bengong  sendirian di kamar makan ha…. ha…..ha….

Pengampunan tidak pernah rugi. Tanpa pengampunan, aku rugi sendiri. Menyimpan kesalahan membikin sakit hati, batin tertekan, perasaan tidak nyaman, muka muram, dan senyuman menjadi hambar.  Sikap menjadi seperti macan yang siaga dan siap menyerang. Aku pernah melayangkan sebuah surat ke bossku agar menangani rekanku secara manusiawi. E…e….e….  bukannya rasa terimakasih, malah menjadi belati.  Gara-garanya surat itu diforward ke sana kemari. Aku tertunduk sedih dalam pengadilan mini. Tak ada satu kata pun keluar dari mulutku untuk membela diri karena aku yakin tidak ada yang dapat dipercayai lagi. Waktu akhirnya menunjukkan bahwa aku benar, tetapi sudah terlambat. Suasana sudah runyam. Trauma sudah mengkristal dalam jiwa. Pertemuan dengan teman-teman bukanlah berkat, tetapi beban “apalagi yang mau diserang”.  Pengalaman akan pengampunan dari pasutri tadi menjadi motivasi bagiku untuk memaafin dengan bantuan rahmat ilahi. Pengampunan akan memulihkan perasaan tidak nyaman menjadi menyenangkan. Trauma pun akan hilang. “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolese 3:13).  Tuhan memberkati.

27 May 2011 Posted by | Kesaksian | 6 Comments

Retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati 21-22 Mei 2011

Sabtu-Minggu, 21-22 Mei 2011
Sawangan Hotel & Golf Residence
Jl. Raya Sawangan, Depok
Registrasi/Daftar ulang pk. 07.30 WIB

Investasi: Rp 390.000

Pembicara Retret Pria Sejati Katolik:

  • Rm. Felix Supranto SS.CC
  • Haryanto Onggodiputra
  • Joseph Masri
  • John Sumera
  • Billy Haryanto
  • Aloysius Jasin
  • Wibisana Wibawa

Keterangan dan pendaftaran Retret Pria Sejati Katolik:
Agus 0811-890-918
Theodorus 0811-908-862
Eski 0818-404-535
Wibi 0816-726-436

Pembicara Retret Wanita Diberkati:

  • Yvonne Taroreh
  • Cun Wahono
  • Lisna Arifin
  • Widyastuti, Psi, MM, CPBC
  • Heidy Awuy
  • Mia Suharsono
  • Ratna Indriati

Keterangan dan pendaftaran Retret Wanita Diberkati:
Elia 0815-830-7346
Fifi 0812-965-8738
Cynthia 0811-106-993
Indah 0816-196-0897

Pembayaran harap ditransfer ke:
Elia Chandra & Cynthia Geuther
BCA No. 604-070-3738
Bukti transfer difax ke 021-7471-1856
Jangan lupa mencantumkan Nama, Alamat, No. Telp & HP, email dan Paroki

7 May 2011 Posted by | Agenda | 5 Comments

Kesaksian-kesaksian setelah retret

Lewat Retret ini, saya berhasil bebas dari ketagihan pornografi puluhan tahun dan keluarga saya dipulihkan
(A, pria 48 th)

Saya ikut retret PSK angkatan ke 6 sekitar 2 thn yang lalu. Setelah ikut retret saya mengalami perubahan yg sangat besar antara lain : lebih menghargai istri dan anak-anak, lebih bisa menerima kekurangan orang lain, lebih mengambil peran dan tanggung jawab mendidik anak-anak yang selama ini saya serahkan ke istri.
Selain itu sayapun lebih ‘berani’ mengakui kesalahan sendiri dan meminta maaf. Kalau dulu, biarpun saya tahu saya yang salah, tapi tetap gengsi unfuk mengakui apalagi minta maaf! Sekarang kata-kata seperti : sayang, tolong, maaf, dan terima kasih sudah jadi kosa kata standard di rumah.
Dan yg paling terasa berubah adalah lebih rajin baca Alkitab, pimpin doa di rumah bersama keluarga dan semakin giat di acara-acara lingkungan atau paroki..
Dan hebatnya, setelah saya dan istri ikut retret PSK-WD, anak-anak kami menjadi lebih dekat dengan kami dan terjalin saling pengertian yg mesra dan terbuka. Waktu ditanya Oom dan Tantenya, anak-anak kami mengatakan mereka sangat senang karena sekarang papa dan mamanya jadi lebih lembut dan mengerti mereka.
Secara tak kami duga, merekapun senang ikut kegiatan KTM, Roses dan BIA/BIR serta Camp Remaja di Lembah Karmel. Puji Tuhan. Satu kepala keluarga dipulihkan maka seluruh keluarga ikut terpulihkan.
Saya dan istri berandai-andai, sekiranya kami ikut retret PSK-WD ini pada usia yang lebih muda, pasti banyak pertengkaran dan luka batin yang dapat kami hindarkan. Kami pasti dapat mengajar anak-anak dan membangun fondasi keluarga dengan cara-cara yang dikehendaki iman Katolik (bukan dengan cara yang kami copy dari orang tua kami yang belum tentu benar),
Beruntunglah anda yang masih termasuk keluarga muda dan sudah ikut retret ini. Tuhan memberkati
(G, pria 44 th.)

Saya sangat bersyukur karena Tuhan memberkati keluarga saya melalui retret Wanita Diberkati. Dalam retret ini Tuhan mengingatkan kepada saya akan tugas saya sebagai perempuan, terutama sebagai isteri dan ibu dari anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada saya. Tuhan mendidik saya untuk menjadi mitra-Nya di dalam melayani keluarga dan sesama dengan berlandaskan kasih Kristus
(D, wanita 37 tahun)

Setelah mengikuti Retret Wanita Diberkati ini, saya bisa mengampuni suami, yang telah menyakiti saya selama bertahun-tahun, dengan memiliki WIL
(P, wanita 38 tahun)

Saya dan suami sangat bersyukur dapat mengikuti Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati ini, karena begitu banyak perubahan yang terjadi pada diri suami saya, yang tadinya suka main pukul sama anak, sekarang menjadi lembut bersikap terhadap anak dan istrinya, yang dulunya kalo diajak ke Gereja susah banget, sekarang bisa ajak keluarga berdoa sebelum tidur, kuasa Tuhan memang dahsyat dapat merubah sesuatu yang kita pikir tadinya sudah gak mungkin diubah, puji Tuhan
(S, wanita 35 tahun)

Perutku terasa mual akibat goncangan mobilku yang melewati jalan yang berlobang menuju Sawangan-Depok.
Jalan berlobang menggambarkan banyaknya hati yang terluka dan banyak umat Tuhan yang rindu akan pemulihan hatinya, Retret “Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati” menjadi sarana dari Tuhan untuk menyembuhkan relasi antar sesama yang mungkin telah retak.
Bagi orang yang tidak mau berkembang kehidupan rohaninya, kegiatan ini dianggap suatu kegiatan biasa-biasa atau kurang bermanfaat. Tetapi justru lewat retret Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati ini, aku dipulihkan-Nya, akupun tanpa malu maju ke depan, berlutut dihadapan seorang bapak …X… sebagai orang yang aku tuakan, lalu aku mencuci kakinya serta mencium telapak kakinya, sebagai ujud nyata mohon pengampunan dari orang-orang yang terluka karena perkataan dan perbuatanku dan aku pun dengan rela memaafkan mereka yang telah menyakiti hatiku.
Setelah acara rohani yang mengesan itu selesai, seorang ibu dengan air mata berlinang datang kepadaku untuk membagikan pengalaman pemulihan yg dialami bersama Tuhan Yesus. Airmatanya bukan air mata kesedihan, tetapi air mata kegirangan karena dia telah menangkap maksud apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidupnya. Lewat Retret yang diikutinya ini TUHAN telah menyadarkan dirinya bahwa kemarahannya telah membutakan mata hatinya terhadap banyaknya anugerah Tuhan di dalam kehidupannya. la kini telah dipulihkan oleh Tuhan. Kemarahannya kini telah diambil oleh Tuhan. Akhirnya Aku berdiri dan menjabat tangannya :”lbu, anda naik tingkat dalam iman karena telah menang dalam pergulatan iman. Anda telah menjadi terang di tengah kebutaan banyak manusia akan kepedulian terhadap Tuhan”.
Tidak cukup bagi anda hanya dengan membaca kesaksian ini, tetapi datanglah, rasakan dan kecaplah sendiri betapa manisnya anggur dari Tuhan Yesus lewat Retret ini, Tuhan memberkati.
(Pastor Felix Supranto, SS.CC.)

7 May 2011 Posted by | Kesaksian | Leave a comment