Hubungan ayah dan anak dipulihkan
Seorang pria sejati akan lebih mencintai keluarganya. Hubungan suami istri dipulihkan Tuhan, hubungan orang tua-anak pun dipulihkan. Berikut adalah salah satu kesaksian dari peserta retret pria sejati katolik 6-7 Sept 2008:
Setelah mengikuti retret hari pertama, saya ingin membagikan 2 hal pada teman-teman. Pertama pada saat pencurahan Roh Kudus, saya merasakan jamahan Roh Kudus. Tangan saya bergetar. Getarannya itu bahkan dirasakan juga oleh teman di sebelah saya.
Kedua. Kemarin malam saya mengirim SMS kepada anak saya, “Papa minta maaf karena sudah menghukum kamu dengan memukul.” Sungguh mengharukan menerima balasan dari anak saya, “Saya mengerti mengapa papa memukul saya, itu untuk kebaikan saya supaya saya tidak nakal.”
Tentu saja bukan ‘pengampunan dari anak’ yang menjadi tujuan pertobatan, tetapi perubahan hati seorang ayah. Ayah yang akan lebih mencintai anaknya. Tidak dengan cara-cara yang biasa, tetapi dengan cara pria sejati yang sudah diubahkan Tuhan.
Saya tidak ingin diganggu
Seorang dari alumni retret Pria Sejati Katolik menulis:
“Menjadi pria sejati bagi saya tantangannya adalah menyeimbangkan kepentingan diri sendiri dengan kepentingan keluarga.
Biasanya saya mendahulukan ego saya ketika di rumah, apalagi jika sedang dikejar deadline. Saya akan sibuk di depan komputer, penuh konsentrasi dan tidak mudah diganggu. Ketika anak atau istri saya mengganggu, saya akan mudah emosi karena ‘tekanan deadline’ (atau kadang-kadang sebenarnya hanya ‘keasikan pribadi saya’) ditambah dengan permintaan/tekanan anak atau istri. Nada bicara saya akan mudah meninggi. Setelah itu istri akan marah juga. Dan pada akhirnya istri saya akan mengatakan ‘papa sekarang gampang marah’.
Yang saya lakukan sekarang adalah memberi perhatian juga akan kebutuhan anak dan istri. Jika anak saya yang masih TK minta dibacakan sesuatu, saya bacakan sambil memberi dia kasih sayang dengan memangkunya dan memeluknya. Jika anak saya yang besar minta dibantu belajar, saya mencoba merelakan kepentingan saya dan memberi perhatian akan kebutuhan anak saya. Jika istri minta tolong sesuatu, saya segera meninggalkan konsentrasi saya, dan membantu istri dulu.
Kadang-kadang memang terlalu sulit. Sampai-sampai pekerjaan yang sedang dikerjakan jadi terbengkalai. Dan juga sulit untuk selalu tetap melakukan hal-hal yang baik tersebut. Perlu kesadaran penuh (akan niat memperhatikan istri dan anak) ketika permintaan anak dan istri itu datang.
Salah satu kuncinya adalah penyerahan kepada Tuhan. ‘Pekerjaan dengan deadlinenya’ saya serahkan pada Tuhan. Walaupun waktu saya tidak sepenuhnya pada pekerjaan, saya yakin Tuhan akan mencukupkan waktunya. Ketika Tuhan turun tangan, dengan waktu yang terbatas pun (karena banyak gangguan dari anak dan istri) saya akan mampu menyelesaikannya.
Ternyata ketika saya punya masalah. Itu adalah ujian dari Tuhan juga. Apa yang saya pentingkan di dunia ini? Mengerjakan tugas (yang kadang-kadang adalah kepentingan pribadi) atau mengasihi keluarga? Kalau saya lengah, saya pasti akan mementingkan tugas, dengan akibat emosi tinggi di rumah. Tetapii jika saya sadar akan ujian ini, saya akan memilih untuk mengasihi keluarga saya. Saya harap saya bisa tetap mempertahankan sikap ini sehingga bisa menjadi pria sejati yang seperti Kristus.
Semoga kesaksian ini berguna bagi teman-teman pria sejati katolik lainnya.
Tuhan Yesus memberkati”
Camp PRIA SEJATI KATOLIK September 2008
Sabtu-Minggu, 6-7 September 2008
Sawangan Hotel & Golf Resort
Sawangan, Depok
Pembicara:
- Joppy Taroreh
- Robby Jonosewoyo
- Alex Kandou
- Eddy Partadinata
- Billy Hariyanto
- Agus Handoyo
- Dr. Stanley
Investasi: Rp. 350.000
Keterangan dan Pendaftaran:
Theodorus 0811-908862
Agus 0811-890918
Joehanda 0811-150049
Roland 0816-1944142
Wibi 0816-726436
Pembayaran harap ditransfer ke: Agus Mulyono Sutanto, Rekening BCA No. 497-001-5944, bukti transfer difax ke: 021-53120518
Camp WANITA DIBERKATI Sep 2008
Sabtu-Minggu, 6-7 September 2008
Sawangan Hotel & Golf Resort
Sawangan, Depok
Pembicara:
- Yvonne Taroreh
- Cun Wahono
- Edith Witoha
- Emnyjune
- Mia Suharsono
- Lisna G. Arifin
Investasi: Rp. 350.000
Keterangan dan Pendaftaran:
Fitje 0816-8620553
Yanti 0811-145523
Fifi 0812-9658738
Indah 0816-1960897
Pembayaran harap ditransfer ke: Indah Indryawati, Rekening BCA No. 076-100-6109, bukti transfer difax ke: 021-5376267
Surat Pontius Pilatus Kepada Kaisar Tiberius
Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea,
Pontius Pilatus pernah menulis sebuah surat kepada Kaisar Tiberius di
Roma melaporkan mengenai aktivitas dari pelayanan Yesus. Surat ini
ditulisnya pada tahun 32 AD. Berikut adalah isi suratnya :
Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius …
Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim
yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru,
dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya
adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan
pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu
ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang
Yahudi.
Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara
sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara
dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya.
Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat
perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya.
Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti “Tuhan”
(Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat
orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia.
Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang
sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya
tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi
saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut
mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa
belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat
disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama
sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi
penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia
bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang.
Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan
menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin,
tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat.
Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk
diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret
itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya
memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa
dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam.
Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat. Namun
Ia tenang saja. Tanpa beranjak, saya begitu terpukau dengan orang yang
luarbiasa ini beberapa saat. Tidak ada yang tidak menyenangkan pada
penampilan atau perilaku-Nya. Selama kehadiran-Nya saya menaruh hormat
dan respek yang mendalam pada diri-Nya. Saya katakan kepada-Nya bahwa
pada diri dan kepribadian-Nya terdapat sesuatu yang memancar dan
menunjukkan kesederhanaan yang memukau, yang menempatkan Ia di atas
para ahli filsafat dan cendekiawan masa kini. Ia meninggalkan kesan
yang mendalam pada kami semua karena sikap-Nya yang simpatik,
sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Saya telah meluangkan banyak
waktu untuk mengamati aktivitas pelayanan menyangkut Yesus dari
Nazaret ini.
Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi
anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan
menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan
kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui
bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim.
Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus.
Surat di atas tersimpan di Perpustakaan Kepausan di Vatikan, dan
salinannya mungkin dapat diperoleh di Perpustakaan Kongres Amerika.
Dari surat di atas, tahulah kita mengapa Pilatus “tidak berani”
menjatuhkan vonis hukuman mati atas Yesus (Matius 27:24).
Camp PRIA SEJATI KATOLIK & WANITA DIBERKATI Juni 2008
Retret/Camp PRIA SEJATI KATOLIK dan WANITA DIBERKATI berikutnya adalah:
14-15 Juni 2008
di Sawangan Resort, Depok
walaupun tempatnya sama, tapi pria dan wanita akan mengikuti sesion terpisah yang dibawakan oleh pembicara-pembicara khusus pula dari kalangan Gereja Katolik.
Pulihkanlah kehidupan anda dan keluarga anda.
Info dan pendaftaran bisa menghubungi:
Ibu Yanti 0811-145523
Bp. Joe 0811-150049
Bp. Theo 0811-908862
Kesaksian pada KRK 29 Maret 2008
Sabtu, tgl 29 Maret 2008 di Gereja St. Stefanus, Cilandak, Jakarta telah diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani yang khususnya diadakan untuk peserta camp Pria Sejati Katolik dan Wanita Diberkati.
Ini adalah kutipan beberapa kesaksian yang dibawakan dalam acara tersebut:
Bp. E dan istri:
Setelah mengikuti camp Pria Sejati Katolik, sudah sebulan ini saya tidak marah-marah dengan anak-anak. Kalau saya mau marah, saya tanya dulu pada mereka, “Papa boleh marah ngga?” dan mereka akan menjawab “Ngga” 🙂
Bp. Y dan istri:
Saya adalah orang Katolik sejak kecil. Saya jadi putra altar. Dulu saya sangat “diberkati” karena cari kerja gampang, cari uang gampang. Tetapi kehidupan saya di luar Tuhan. Senin-Jumat saya suka pulang pagi. Sabtu dan Minggu saya memperlakukan kamar saya seperti hotel bintang 5. Saya tidak boleh diganggu. Kelima dosa pria saya lakukan. Saya sering berantem dengan istri. Dan saya beringasan. Sampai akhirnya tahun 2006 Tuhan membuat semua berubah. Saya sulit cari uang. Teman-teman tidak ada lagi.
Saya ikut camp Pria Sejati Katolik karena diancam ‘divorce’ oleh istri. Saya sayang keempat anak saya dan tidak ingin divorce yang akan menyakiti hati mereka. Mengikuti camp Pria Sejati Katolik angkatan pertama, saya menangis terus selama mendengarkan sesion-sesion yang dibawakan.
Sekarang Tuhan mengubahkan saya, walaupun masih ada kekurangan saya. Saya sekarang tahu bahwa dalam hidup ini kita harus pertama-tama mengasihi istri dan anak-anak. Pada saat kita sukses, kita bisa banyak teman. Pada saat kita susah, hanya istri dan anak-anak yang akan mendampingi kita.
Bp. A:
Saya sudah terlibat pelayanan sejak lama. Terutama pelayanan kepada anak-anak muda. Sayangnya saya sulit lepas dari dosa pornografi. Bila di hadapan internet, saya bisa menikmati pornografi dari jam 1 siang sampai jam 4 pagi. Walaupun Tuhan pernah memperingatkan saya dengan “satu kali saya jijik sekali dengan apa yang salah lihat karena pornografi yg saya lihat hanya seperti gumpalan-gumpalan daging saja”. Tapi tetap tidak mengubah kehidupan saya.
Kehidupan keluarga saya juga tidak baik. Saya kasar pada istri. Kadang-kadang maunya saya adalah pertengkaran kami tidak terdengar oleh anak, sehingga saya harus menutup mulut istri saya. Tapi dari pandangan istri: saya telah memukulnya, membenturkan kepalanya ke tembok, dsb. Sampai puncaknya suatu kali saya sampai ingin membunuh istri saya (saya mengejar-ngejar istri saya utk membunuhnya). Sayangnya hal itu diketahui anak saya dan beberapa anak muda yang ingin minta tanda tangan saya di rumah. Saya yang selama ini menjadi panutan, malah memberikan image buruk. Bahkan setelah berpisah selama 1 bulan pun dgn istri, saya tetap tidak berubah. Dalam keadaan stres, pelarian saya adalah ke pornografi.
Suatu kali saya ke gereja dan berdoa minta bantuan Tuhan untuk pekerjaan saya membuatkan visi-misi client saya. Hari itu Tuhan tegur saya. Hari minggu pun saya memikirkan client saya. Kenapa saya tidak memikirkan ‘visi misi keluarga’ saya. Mulai hari itu saya bertekad menyelamatkan keutuhan keluarga saya.
Puji Tuhan sekarang kehidupan saya sudah berubah total.
Berapa harga mujizat ?
Para pria sejati katolik, mungkin ada di antara anda yg sedang dalam keputusasaan.
Kiranya renungan ini bisa menguatkan anda.
Sally baru berumur 8 tahun ketika dia mendengar ayah dan ibunya berbicara tentang kakaknya Georgie. Kakaknya sakit dan mereka telah melakukan semuanya untuk menyelamatkan nyawanya. Hanya pengobatan yang sangat mahal yang dapat menolongnya sekarang tapi itu tidak mungkin karena keuangan keluarga tersebut.
Sally mendengar ayahnya berkata, hanya mujizat yang dapat menyelamatkannya sekarang. Sally masuk kekamarnya dan mengambil celengan yang disimpannya, menjatuhkannya ke lantai dan menghitungnya dengan hati hati. 3 kali dihitungnya hingga benar benar yakin tidak salah hitung.
Dia memasukkan uang koin tsb kedalam saku sweaternya dan menyelinap meninggalkan rumahnya untuk menuju sebuah took obat. Dengan penuh kesabaran, ditunggunya si apoteker yang tengah sibuk berbicara dengan seorang pria. Si apoteker tidak melihatnya karena dia begitu kecil. Hal itu membuat Sally bosan dan dia menghentak hentakan kakinya kelantai untuk membuat kebisingan. Si apoteker melongokkan kepalanya tapi juga tidak melihat si Sally kecil.
Akhirnya dia keluar dan menemui Sally. “ Apa yang kamu mau ?” Tanya si Apoteker dengan keras. “ Saya sedang berbicara dengan saudara saya.” “ Baik , saya ingin berbicara ttg kakak saya,” Sally menjawab dengan nada yang sama. “ Dia sakit, dan saya ingin membeli suatu mujizat. “ “ Maaf , apa yang kamu katakan ?” kata si apoteker. “ Ayah saya berkata hanya mujizat yang dapat menyelamatkannya. Nah sekarang berapa harga mujizat itu ? “ “ Kami tidak menjual mujizat disini, anak kecil. Saya tidak dapat menolongmu.” “ Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya jadi katakan saja berapa harganya” kata Sally lantang.
Seorang pria dengan berpakaian rapi duduk jongkok dihadapannya dan bertanya ; “ Mujizat jenis apa yang dibutuhkan saudaramu ?” “ Saya tidak tahu,” jawab Sally. Airmata mulai mengalir dipipinya. “ Yang saya tahu, dia benar benar sakit dan ibu saya mengatakan kalau dia harus dioperasi. Tapi keluarga saya tidak dapat membayarnya…… jadi saya mengambil tabungan saya. “ Berapa banyak yang kau punya?” Tanya pria itu. “ Satu dollar11 sen,” jawabnya dengan bangga. “ Dan inilah semua uang yang saya punyai di dunia ini.” “ Wah , suatu diluar logika.” Senyum pria tadi Satu dollar 11 sen…. Harga yang tepat untuk mujizat yang menyelamatkan kakaknya. Dia mengambil uang itu dan tangan satunya membimbing tangan anak kecil itu sambil berkata: “Bawa aku ketempat kamu tinggal, aku ingin bertemu dengan kakak dan orang tuamu”.
Pria berpakaian rapi itu adalah Dr Carlton Armstrong, seorang specialis bedah. Dia membantu penyembuhan kakak Sally, si Georgie itu. Operasi berjalan sempurna tanpa bayaran dan tidak berlangsung lama sampai akhirnya Georgie kecil pulang kerumah dan sudah sembuh. Ayah dan ibunya sangat bahagia untuk peristiwa ini, “ Operasi itu ….. sebuah keajaiban…… Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak biaya yang dikeluarkan dan kita tidak membayarnya sedikitpun……” kata sang ibu.
Sally tersenyum sendiri….. Dia tahu persis berapa harga mujizat untuk kesembuhan kakaknya…. . satu dollar 11 sen dan tentu saja ditambah IMAN dari si Sally kecil.
The End
Renungan : Mungkin banyak persoalan dan beban dalam hidup kita dan semua cara sudah ditempuh untuk keluar dari persoalan tsb namun seringkali banyak jalan buntu dan hampir hampir kita sudah kehilangan asa dan menyerah.
Satu pelajaran yang manis melalui peristiwa diatas bahwa segala sesuatu masih mungkin terjadi dan MUJIZAT MASIH TETAP ADA dan berlaku sampai saat ini So NEVER GIVE UP dan berharap kepada ALLAH bahwa DIA bisa membuat segala sesuatu indah tepat pada waktunya.
Patahkan kakinya
Ada
seorang hamba Tuhan di Australiayang selain melayani sebagai Gembala Sidang, dia
juga adalah seorang gembala domba dan dia
memiliki banyak domba peliharaan.
Dalam keseharian dia menggembalakan domba, memberi mereka makan,membawa
mereka ke padang rumput, dia menemukan seekor domba yang
nakal dan memiliki karakter yang sangat berbeda dengan
domba-domba yang lain. Domba nakal ini selalu memisahkan diri dari
teman-temannya.
Ketika domba-domba yang
lain makan rumput secara berkelompok, dia akan keluar dari kelompoknya dan pergi
ke tempat yang dia suka, atau ketika
gembalanya sedang menggiring domba-dombanya ke padang rumput, si domba
nakal akan lari sendirian ke arah yang berlawanan, jauh dari kelompoknya.
Reaksi si gembala adalah selalu mengejar
domba nakal ini dan menempatkannya kembali ke kelompoknya.
Dan hal ini selalu dia lakukan berulang kali, jadi, bila
si domba nakal memisahkan diri, si gembala akan mengejar dan menggendongnya
untuk mengembalikan dia ke kelompoknya.
Gembala ini sabar menghadapi hal ini karena dia juga seorang gembala yang
Tuhan percayakan jemaat kepadanya (mungkin juga ada jemaat yang nakal kaya’
begini..),
tapi setelah berkali-kali hal
ini terjadi, si gembala pusing juga ternyata… dan dia mulai menyampaikan hal
ini kepada Tuhan dalam doanya…
“Tuhan… Engkau adalah seorang Gembala yang baik… dalam Mazmur, Daud
pun mengilustrasikan Engkau sebagai Gembala yang membawa domba-domba- Mu ke
padang rumput yang hijau. Daud, pada masa mudanyapun adalah seorang gembala
domba dan apa yang dia ungkapkan tentang Engkau, sebagai seorang Gembala, ku
percaya bahwa Daud pun menemukan hal-hal ini ketika dia sedang menggembalakan
dombanya.
Tuhan… Engkau Allah yang
mengetahui segala sesuatu… jadi kalo Engkau ada pada posisiku… apa yang akan
Engkau lakukan dalam menghadapi domba yang nakal ini?”
“Patahkan kakinya…” kata Tuhan.
“Haa… Tuhan… patahkan kakinya…? (sambil mikir, ko’
Tuhan tega amat) Tanya balik ke Tuhan.
Tapi, kembali jawaban Tuhan, “…patahkan kakinya…”
Menyadari bahwa Allah mengetahui
segala sesuatu, dia ngikut apa yang Tuhan suruh dia buat. Maka, esok harinya,
ketika sedang menggembalakan domba, si domba nakal melakukan kebiasaannya dan si
gembala mengangkatnya, sambil berkata dalam hati,
“Tuhan… aku nggak tega, tapi karena Engkau yang suruh
aku untuk patahkan kakinya, maka aku akan patahkan kakinya…”
Si domba nakal merintih kesakitan dan si
gembala nggak tahan mendengarnya, hatinya sakit sekali mendengar rintihan itu,
namun dia sangat mengasihi
domba itu dan
dia patuh dengan apa yang Tuhan suruh dia lakukan.
Setelah dia mematahkan kaki si domba nakal, kaki tersebut
dia balut. Setiap hari dia menggendong domba nakal itu karena dia nggak bisa
jalan.
Si domba itupun dirawat olehnya,
domba itu makan rumput di samping gembalanya karena bila dia makan rumput dengan
teman-temannya – dia akan terinjak,
bila
sedang berjalan-jalan di padang rumput, si gembala akan menggendongnya.
Inilah yang terjadi… setiap kali domba
nakal ini haus, dia akan menjilat keringat si gembala yang menggendongnya,
kepalanya selalu bersandar pada dada si gembala dan menggosokkan kepalanya di
bahu gembala bila sedang berjalan-jalan di padang rumput.
Selama kakinya patah, domba nakal ini
sangat bersikap manis dan hampir setiap saat, dia menjilat keringat gembalanya..
. dia tidak berdaya, sangat bergantung pada gembalanya.
Akhirnya, kakinya pun sembuh. Si gembala membuka balut
pada kakinya dan melepaskannya untuk bermain-main dengan teman-temannya yang
lain.
Namun, hal inilah yang terjadi…
dia tidak berlari ke kelompoknya, tapi terus merapatkan dirinya antara kaki
gembalanya.. . sehingga si gembala mengangkatnya (dan si domba nakal masih terus
menerus menjilat keringat si gembala!) dan harus meletakkan dia di kelompoknya,
tapi si domba nakal selalu berlari mengikuti dan merapatkan dirinya kembali ke
gembalanya!
Si gembala berulang kali
melakukan hal ini,tapi, berulang kali pula si domba nakal kembali kepadanya…
Si gembala bingung dengan perilaku domba nakal ini, dan dalam kebingungannya
Tuhan berkata kepadanya, “Itulah yang tidak dimengerti oleh umat-Ku… Ketika
Aku membiarkan mereka berbeban berat atau terluka atau Aku ijinkan sesuatu
menimpa mereka… itu adalah untuk membawa mereka mendekat kepada-Ku.
Aku melakukan itu untuk membuat mereka
mengerti betapa berharganya mereka di hati-Ku… betapa Aku ingin mereka hidup
bergantung hanya pada-Ku,dekat dan intim dengan-Ku. Tapi,seringkali, mereka
semakin menjauh ketika hal-hal itu terjadi…”
Gembala itu akhirnya mengerti, mengapa Tuhan menyuruh dia
mematahkan kaki domba nakal itu, yaitu untuk menyatakan isi hati-Nya, betapa
manusia berharga di hati-Nya dan mengajar dia tentang kerinduan Allah untuk
hidup intim dengan umat-Nya. Namun, banyak orang yang nggak menyadari hal itu
dan Allah mau dia menyatakan itu kepada jemaat-Nya.
—
Friends…
terkadang kita nggak sadar bahwa hal-hal kecil yang kita hadapi setiap hari,
adalah proses pembentukan karakter.
Kita
mo’ sama-sama belajar yuk…
“Sebab
Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,
demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan
rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan
mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila
kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku,
demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan memulihkan keadaanmu… ” {Yeremia
29:11-14b}
God bless you!
KRK 29 Maret 2008
Akan diadakan Kebaktian Rohani Katholik bagi alumni retret PRIA SEJATI KATOLIK dan WANITA DIBERKATI:
Hari: Sabtu, 29 Maret 2008
Waktu: pk. 8.30 pagi
Tempat: Gereja St. Stefanus, Cilandak, Jakarta
Dianjurkan ajak istri/suami walaupun mereka belum pernah ikut retret PRIA SEJATI KATOLIK atau WANITA DIBERKATI.
Diharapkan tidak bawa anak kecil.
